Jumat, 3 April 2020

Mengintip Kegiatan Nglencer Bareng Ala Suara Surabaya Media Ke Jawa Tengah

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Kru Suara Surabaya Media saat mengunjungi Stadion Manahan, Kota Surakarta, Selasa (18/2/2020). Foto: Gana suarasurabaya.net

Beberapa waktu yang lalu, Suara Surabaya Media melakukan kunjungan profesional ke beberapa tempat di Jawa Tengah. Kunjungan ini diselenggarakan selama dua hari, yakni pada 17-18 Februari 2019, untuk mengetahui berbagai hal menarik di Jawa Tengah.

Di hari pertama tim Suara Surabaya ini berkesempatan berkunjung ke Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang. Disana, para kru disambut langsung oleh Ganjar Pranowo Gubernur Jateng.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut, Ganjar Gubernur berbicara tentang banyak hal. Mulai dari rutinitasnya menggunakan media sosial media hingga perkembangan Jawa Tengah saat ini.

“Kunjungan kali ini tujuannya silaturahmi, terutama tentang progress Jawa Tengah dibawah kepemimpinan Pak Ganjar. Jateng yang mulanya adem ayem terus tumbuh berkembang,” kata Iman Dwihartanto Manajer On Air Radio Suara Surabaya, Senin (17/2/2020).


Kru Suara Surabaya Media saat mengunjungi Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (17/2/2020). Foto: suarasurabaya.net

Pertemuan itu ditutup dengan foto bersama, pemberian karikatur bergambar Ganjar Pranowo oleh Errol Jonathans CEO Suara Surabaya Media, serta pembagian buku untuk semua kru.

Pada sore harinya, kru SS Media mengunjungi destinasi wisata Kota Lama di Kota Semarang. Kawasan heritage ini terdiri dari banyak bangunan lama, yang dulunya menjadi pusat perekonomian di masa Hindia Belanda.

Deretan bangunan tua tersebut terdiri dari coffee shop, gereja tua, bank, museum 3D, restoran hingga taman-taman yang menjadi ruang publik di kawasan tersebut.

Kesan vintage yang dihias lampu-lampu cantik di kiri dan kanan jalan membuat pengunjung seolah dibawa kembali ke zaman dahulu. Terdapat puluhan bangunan tua dengan ciri khas arsitektur Eropa sekitar abad ke-17an yang masih kokoh berdiri. Tidak heran, jika banyak anak-anak muda yang menjadikan tempat ini untuk objek foto maupun beberapa kegiatan lainnya.


Berfoto bersama dengan background Kota Lama, Semarang. Foto: suarasurabaya.net

Memasuki hari kedua, sejak pukul 06.00 WIB, para kru SS Media meninggalkan hotel untuk langsung menuju ke Kota Surakarta. Disana, para kru akan berkunjung ke Stadion Manahan Solo yang baru saja diresmikan Joko Widodo Presiden pada 15 Februari lalu untuk persiapan venue Piala Dunia U-20 2021.

Sesampainya di lokasi, para kru disambut oleh Joni Hari Sumantri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Pemkot Surakarta. Ia menyampaikan, bahwa Pemkot Surakarta sudah siap jika nantinya Stadion Manahan dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20.

“Saya optimis, karena kalau dari segi fasilitas maupun akses menuju stadion dan penginapan, kita sudah standar FIFA. Solo ini kan kecil kotanya, akses mau ke hotel atau kemana juga dekat tidak sampai 10 menit, sudah sesuai standar lah,” ujarnya.

Setelah itu, kru SS Media mendatangi langsung stadion. Disana, para kru hanya diperbolehkan masuk dengan menggunakan sepatu olahraga, agar tidak merusak rumput yang berjenis Zoysia Japonica ini, Rumput jenis ini sama dengan rumput yang ada di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta.

Saat di dalam stadion, semua fasilitas masih sangat baru, bahkan beberapa kursi yang ada di tribun masih terbungkus plastik. Joni mengatakan, Stadion Manahan ini mampu menampung 20.003 penonton. Ia mengaku, memang selama pengerjaan renovasi, pihaknya tidak menambah kapasitas maupun luasan stadion.

Para kru juga diajak melihat ke dalam ruang ganti pemain, lapangan pendukung, toilet, serta fasilitas lain yang sudah bertandar internasional.

Diketahui, Stadion Manahan Solo ini menjadi satu dari enam kandidat tuan rumah yang ditunjuk FIFA sebagai venue Piala Dunia U-20 2021, diantaranya Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Mandala Krida (Yogyakarta), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali), dan Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya).

Setelah itu, kru SS Media melanjutkan perjalanan menuju Radio Metta FM Solo. Radio Metta FM sendiri merupakan salah satu radio yang masuk dalam jajaran radio jaring Suara Surabaya. Disana, para kru disambut oleh Sumartono Hadinoto Direktur Utama Radio Metta FM.

Di ruang pertemuan, Suara Surabaya Media dan Radio Metta FM berbagi pengalaman dan cerita tentang bagaimana perjuangan untuk bertahan dan memajukan industri radio.

Kunjungan tersebut berlangsung santai, penuh kekeluargaan dan diselengi oleh canda-tawa para kru dengan jamuan jajanan khas Solo.


Kru Suara Surabaya Media saat mengunjungi Radio Metta FM di Surakarta, Selasa (18/2/2020). Foto: suarasurabaya.net

Kru SS Media juga diajak untuk berkeliling ke ruang siaran Radio Metta FM, yang kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Lalu pada sore harinya, kru SS Media berkunjung ke Museum De Tjolomadoe, bekas pabrik gula yang terkenal di masa pemerintahan Hindia Belanda.

Binar Vina Marketing Museum selaku guide, menjelaskan secara rinci asal mula berdirinya bangunan yang berusia 151 tahun ini dan bagaimana proses rekonstruksi sehingga sekarang menjadi destinasi wisata yang mengagumkan dengan berbagai koleksi yang ada.


Kru Suara Surabaya Media saat mengunjungi Museum De Tjolomadoe, Karanganyar, Selasa (18/2/2020). Foto: Gana suarasurabaya.net

Pabrik gula yang didirikan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IV tahun 1861 ini berhasil mengangkat perekonomian rakyat Surakarta dengan aktivitas ekspor ke berbagai penjuru dunia di zaman Hindia Belanda.

“KGPAA Mangkunegara IV bahkan mengatakan kepada para pekerja, untuk mengambil (keuntungan) ini untuk kebutuhan mereka,” kata Binar.

Disana, para kru diajak berkeliling ke semua sudut museum mulai dari ruangan mesin generator, stasiun penguapan, ruang digital hingga concert hall yang bisa menampung hingga 3.000 orang. Para kru kemudian singgah di Besali Cafe yang berada di dalam museum.

Museum De Tjolomadoe tersebut sekaligus menjadi destinasi terakhir dalam rangkaian kunjungan profesional Suara Surabaya Media ke Jawa Tengah.(tin/rst)

Potret NetterSelengkapnya

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Surabaya
Jumat, 3 April 2020
31o
Kurs