Senin, 6 Desember 2021

Suara Surabaya Media Jadi Kunjungan Pertama Citicon Setelah Pandemi Reda

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Wahyu Widodo Direktur Bisnis SS Media (dua dari kanan) bersama Cipto Prabowo Direktur Citicon (kanan). Foto: Dimas suarasurabaya.net

Suara Surabaya Media berkesempatan untuk mengunjungi dan melihat dari dekat pembuatan bata ringan dan panel lantai Citicon di Mojosari, Mojokerto, pada hari Rabu (24/11/2021).

Dari Suara Surabaya Media diwakili oleh Wahyu Widodo Direktur Bisnis SS Media, Irma Widyastuti Marketing Manager, Rudy Hartono RnD Manager, serta perwakilan divisi produksi dan marketing.

Cipto Prabowo Atmojo Direktur Citicon Nusantara Industries yang menerima kunjungan ini mengatakan, Suara Surabaya jadi instansi pertama yang diterima setelah pandemi mereda.

“Setelah dua tahun berhenti, ini kunjungan pertama yang kami terima. Biasanya dikunjungi anak SMK. Selama pandemi kegiatan (kunjungan) itu gak bisa lagi, semoga ke depan berjalan dengan lancar” kata Cipto yang didampingi oleh Dini Sari, Marketing and Product Development Manager Citicon.

Sebagai perusahaan yang hampir empat tahun berturut-turut mempercayakan untuk beriklan di Suara Surabaya, Cipto mengatakan ini adalah mimpinya yang jadi kenyataan.

“Saya dulu cita-cita, gimana kalau saya punya usaha bisa ngiklan di SS,” kenangnya.

Menurut pria asal Pasuruan ini, Suara Surabaya adalah media yang jadi top of mind.

“Orang mau ke Surabaya, masuk mobil yang disetel pertama ya SS. Kita (Citicon) juga masuk SS supaya diingat” ujarnya.

Kru SS Media berkunjung ke pabrik Citicon di Mojosari, Mojokerto, Rabu (24/11/2021). Foto: Dimas suarasurabaya.net

Dalam kesempatan tersebut Cipto juga mengatakan, tren penggunaan bata ringan sebagai bahan baku bangunan mulai dipertimbangkan.
Bahkan hampir menyeluruh di semua lini bangunan.

Mulai dari perumahan kecil, sedang sampai high rise building seperti apartemen dan hotel.

“Ini karena bata ringan lebih cepat pengerjaannya dan lebih presisi sehingga menjadi lebih ekonomis,” terangnya.

Dini Sari menjelaskan, saat ini konsep lightweight construction system atau instruksi ringan jadi tren hunian. Terlebih lagi didukung oleh penggunaan bata ringan.

Lightweight construction system adalah suatu prinsip membangun dengan menggunakan material-material yang ringan, sehingga beban struktural dapat berkurang secara signifikan.

“Berkurangnya beban struktural secara langsung dapat menyebabkan berkurangnya dimensi elemen struktural seperti balok, kolom, dan pondasi yang tentunya secara langsung juga menyebabkan efisiensi biaya,” jelasnya.

Setelah pemaparan, kunjungan dilanjutkan dengan melihat langsung proses produksi bata ringan dan panel lantai Citicon.

Semua dilakukan dengan mesin untuk memastikan kualitas dan standarnya terjaga. Tiap proses produksi juga didampingi oleh teknisi untuk mengecek quality control. Produk yang tidak memenuhi standar, dipastikan tidak akan didistribusikan.

Tiap produk bata ringan juga distempel untuk memastikan produk tersebut dapat dipertanggung jawabkan.

“Setiap bata kita ada stempel kode produksinya. Jadi kalau ada cacatnya bisa ditelusuri ini diproduksi kapan, siapa yang bertanggung jawab di shift itu,” kata Dini.(dfn/tin/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 6 Desember 2021
25o
Kurs