
Sebanyak 16 peserta Suara Surabaya Academy Jago MC: Newbie Anti-grogi yang terdiri dari pelajar hingga profesional, mengikuti sesi pelatihan MC non-formal pada, Sabtu (30/8/2025) pagi.
Kali ini, mereka dipandu langsung oleh Ananda Maharani penyiar Radio Suara Surabaya yang merupakan salah satu pemateri Jago MC.
Dalam sesi kali ini, Nanda sapaan akrabnya menekankan kepada para peserta agar tidak melupakan salah satu elemen paling penting saat menjadi MC non-formal, yakni energi.
“Harus jaga energi. Ini yang paling sering dilupakan oleh MC non-formal, karena biasanya terlalu enjoy dengan suasana acara,” jelasnya.
Nanda juga menegaskan kalau MC bukan seorang yang tugasnya membaca dan mengikuti rundown saja.
“Tapi juga arsitek suasana. Artinya, kita harus menciptakan suasana. Bahkan bisa menyelamatkan acara meski rundownnya berantakan,” jelasnya.
Meski demikian, dia mengingatkan, menciptakan suasana tidak berarti seorang MC larut dalam suasana pula.
Tetap harus bisa mengontrol ritme acara, sehingga tidak mengeluarkan jokes terus menerus.
“Tidak kaku bukan berarti dari awal sampai akhir isinya bercanda terus tapi tidak ada isinya,” pungkas Nanda.
Sebelumnya, Widya Safitri Program Director Suara Surabaya Academy mengatakan, gelaran Jago MC kedua ini sifatnya lebih ekslusif. Karenanya, jumlah peserta tidak sebanyak Jago MC pada akhir tahun lalu.
“Jago MC kali ini, tujuannya untuk peningkatan skill. Karena itu lebih banyak praktiknya. Itu kenapa kelasnya sekarang lebih ekslusif. Jadi orangnya lebih ekslusif, lebih intens,” ujarnya.
Rangkaian pelatihan itu meliputi cara menjadi MC non-formal oleh Ananda Maharani, MC semi-formal oleh Bintang Ramadhani, dan MC formal oleh Restu Indah.
Lebih lanjut, Widya menambahkan, target peserta dari pelatihan kali ini memang ditujukan untuk yang berusia minimal 20 tahun.
Alasannya, skill MC kini sering kali dibutuhkan oleh orang-orang yang mengikuti komunitas maupun bekerja di sebuah perusahaan.
“Kenapa? karena orang bisa tiba tiba ditunjuk menjadi pembawa acara, baik itu di tempat kerja, maupun komunitas,” pungkasnya. (bil/iss)