Selasa, 10 Februari 2026

Mahasiswa LP3I Sidoarjo Kunjungi Suara Surabaya, Asah Skill Industri Media

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) Sidoarjo saat kunjungan di Suara Surabaya Media, Surabaya, Selasa (10/02/2026). Foto: Muhammad Rafi' Ermawan Mg suarasurabaya.net

Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) Sidoarjo mengunjungi Suara Surabaya Media di Jalan Raya Bukit Darmo pada Selasa (10/2/2026). Total ada 32 peserta dari jurusan Office Management, Bisnis Administrasi, dan Komputerisasi Akuntansi.

Ula pendamping mahasiswa dari divisi corporate and placement LP3I, menyebut Radio Suara Surabaya sebagai tempat kerja impian dan cocok untuk kalangan Gen Z.

“Jadi banyak anak-anak mudanya di marketing-nya atau penyiarannya itu sendiri. Memang lebih banyak kalau anak-anak ini, memimpikan pekerjaan itu cerminannya seperti Radio Suara Surabaya gitu. Jadi bisa dikatakan kalau Radio Suara Surabaya ini cocok banget untuk Gen Z,” kata Ula.

Menurut Ula, kunjungan hari ini bisa membuka wawasan dan memberikan pengalaman siswa di LP3I. Apalagi mahasiswa LP3I juga mengikuti kelas dari yang diadakan Suara Surabaya Academy (SSA).

“Jadi anak-anak itu lebih banyak pengalaman selain di dunia kampus, kita juga hantarkan anak-anak di dunia industri. Contohnya seperti di SS Media. Kemudian cara public speaking-nya, tadi kan secara tidak langsung berarti anak-anak kan ada beberapa pertanyaan tentang pekerjaan, tentang job street,” ungkapnya.

Harapannya setelah kunjungan ke Suara Surabaya Media, para mahasiswa LP3I bisa lebih siap dan percaya diri memasuki dunia kerja.

“Harapannya anak-anak mindset-nya lebih terbuka lagi, lebih berani lagi, lebih percaya diri, sudah enggak ada rasa minder, sudah siap untuk kita terjunkan di dunia industri,” pungkasnya.

Selain itu ada juga Natasya mahasiswa jurusan Office Management LP3I yang mengungkap ketertarikannya dengan sektor media massa. Katanya kantor Suara Surabaya Media sangat berbeda dengan tempat kerja dan magang yang pernah dijalaninya.

“Berbeda, karena kan saya di manufaktur banyak mesin-mesin besar dan bunyinya keras, sedangkan di sini tertutup, kemudian pakaiannya juga lebih formal dibanding di perusahaan tempat saya bekerja dan lebih terang, lebih santai, lebih welcome,” ungkapnya.

Kunjungan ke Suara Surabaya juga mengembalikan ingatannya soal pelajaran public relation dan public speaking, yang didapatkan pada awal semester.

“Praktik di sini juga jadi lebih terasah seperti itu. Tadi disuruh nyoba public speaking ke depan, kemudian cara mengatasi grogi itu bagaimana. Kan kadang kita saat melakukan presentasi atau maju ke depan yang harus berbicara di depan banyak orang itu kan kadang berdebar, enggak fokus dan segala macam. Jadi sama Mbak Widya (penyiar Radio SS) juga dikasih tip-tipnya, bagaimana sih supaya kita tidak over sharing saat presentasi,” ujarnya. (mun/lea/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 10 Februari 2026
23o
Kurs