Rabu, 7 Oktober 2026

Puluhan Siswa PKBM Darul Hikmah Belajar Jurnalistik di Suara Surabaya Media

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Suasana pembelajaran jurnalistik bersama 25 siswa PKBM Darul Hikmah, Krian, Sidoarjo di Suara Surabaya Media, Rabu (7/10/2026). Materi jurnalistik disampaikan oleh Akira Tandika dengan tema pentingnya belajar jurnalistik untuk meningkatkan literasi dan berpikir kritis. Foto: Ayasha Nur Alifia Mg suarasurabaya.net

Sebanyak 24 siswa PKBM Darul Hikmah, Krian, Sidoarjo belajar dasar jurnalistik dalam program Suara Surabaya Academy (SSA) saat kunjungan ke Suara Surabaya Media, Rabu (7/10/2026).

Materi itu dibawakan oleh Akira Tandika reporter Suara Surabaya. Para Siswa diberikan pengalaman langsung terkait cara membedakan berita hoaks, mengolah berita, tahap-tahap penulisan berita, cara mencari informasi yang bisa dipercaya hingga struktur penulisan piramida  terbalik.

Rosyiqoh Nabilah guru PKBM Darul Hikmah mengatakan, kunjungan ke Suara Surabaya Media bertujuan memberi pembekalan kepada siswa agar dapat mengimplementasikan jurnalistik ke dalam lingkungan sekolah.

“Tujuan kami ke sini untuk memberi gambaran kepada murid-murid, pada siswa agar mereka mendapat pembekalan dan bisa mengimplementasikan di sekolah mereka,” ujar Rosyiqoh.

Siswa PKBM Darul Hikmah, Krian, Sidoarjo saat kunjungan di Suara Surabaya Media, Rabu (7/10/2026). Foto: Novi Kumala Dewi Asih Mg suarasurabaya.net

Ia juga berharap agar skill para siswa dapat terasah di bidang jurnalistik. Kemudian dapat menerapkan itu dalam pembuatan mading dan memasukkan kegiatan sekolah ke platform sosial media.

“Jadi ini ditujukan untuk siswa agar bisa mengeksplorasi dan bisa mengasah skill mereka di bidang jurnalistik,” imbuhnya.

Sementara itu, Ardaneezza Aurielie Jokari Putri siswi kelas 10 mengaku mendapatkan wawasan baru tentang dunia jurnalistik.

“Saya dapat perlunya belajar jurnalistik, cara jurnalis bekerja, cara mencari informasi, cara menulisnya, struktur-strukturnya,” Ujarnya

Ia berencana menerapkan ilmu tersebut untuk meliput event di sekolah.

Nawwira Khadeeja Fissilmy Kaffah, siswi lain dari kelas 5 mengaku memahami pentingnya jurnalistik hingga prinsip 5W 1H.

“Kenapa kita perlu belajar jurnalistik, bagaimana cara jurnalis bekerja, struktur berita, dan 5W 1H,” katanya.

Ia mengaku dengan mendapatkan ilmu-ilmu itu akan digunakan untuk wawancara dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Dengan sudah belajar jurnalistik ini, aku mau ngewawancara penjual untuk tugas Bahasa Indonesia,” tutupnya.(fia/kir/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 7 Oktober 2026
31o
Kurs