Tanggul di pertigaan jalan Rajekusi-Mh Thamrin-Jaksa Agung Suprapto jebol, Sabtu (29/12), pukul 12.00 WIB. Air Bengawan Solo masuk kota Bojonegoro. Ini disampaikan AKP HARI SUCAHYO Kasatlantas Bojonegoro pada Suara Surabaya.
Kata HARI, masyarakat berusaha menahan tanggul sejak Jumat (28/12) malam. Tetapi sampai 5 kali tanggul tetap jebol. “Ini karena arusnya deras.air terus mengalir ke arah jantung kota Bojonegoro, sepanjang jalur jalan Gajah Mada-Panglima Polim-Jenderal Sudirman-Mastrip dan memasuki kawasan industri perkayuan Sukorejo. Ketinggian air di kawasan tersebut sudah mencapai 1 meter dan terus mengalir deras menuju daerah yang lebih rendah.
Sedangkan kawasan RSUD Bojonegoro sendiri, kata HARI, masih aman karena letaknya yang lebih tinggi. Ia mengatakan debit air di Desa Karangnongko mencapai 31,71 fiskal. Selain itu, PLN di kawasan kota juga sudah dipadamkan sejak tanggul jebol.
Pihak Polres Bojonegoro sekarang menggunakan sepeda angin atau jalan kaki untuk memantau lokasi, “Semua kendaraan tidak bisa bergerak, terjebak banjir,” kata HARI.
Sementara itu, di utara Parengan tembus Jatirogo, Njenuh Tuban juga terendam banjir. Terpaksa kendaraan dialihkan ke Suko-Rangel-Pakah-Tuban. HARI menghimbau bagi masyarakat Surabaya yang akan ke Semarang untuk melalui Tuban. (kss/tin)
NOW ON AIR SSFM 100
