Meski Kapal Motor (KM) Marta I tenggelam di perairan Pulau Sakala, tapi seluruh Anak Buah Kapal (ABK) dan nahkoda kapal motor selamat.
ABU YASIT Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Cabang Kangean waktu dihubungi suarasurabaya.net, Rabu (09/05) mengatakan, sebanyak 23 ABK termasuk nahkoda selamat. “Sejak kemarin mereka ada di kantor Adpel. Mereka ke sini diantar penduduk,” ujarnya.
Kapt. IRAWAN PRASETYO (55) Nahkoda KM Marta I yang Rabu pagi berada di kantor Adpel Kangean waktu dihubungi suarasurabaya.net menjelaskan, KM Marta I berlayar dari Makassar akan menuju ke Pelabuhan Lembar Nusa Tenggara Timur.
Menurut IRAWAN, kapal yang mengangkut 6.000 ton semen ini pada 27 April lalu mengalami kerusakan mesin dan terapung di tengah laut. Kapal terseret arus ke Selatan dan saat melintas di Pulau Sakala kapal kandas.
“Setelah seminggu lebih terapung, kapal pun akhirnya tenggelam di Pulau Sakala, Kepulauan Kangean, Madura ini pada 6 Mei sekitar pukul 18.30,” jelasnya.
Ia bersama ABK berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci dan selanjutnya dibantu penduduk setempat sebelum akhirnya diantar ke
Adpel Kangean. Selama menyelamatkan diri setelah kapal yang ditumpangi tenggelam, mereka dibantu konsumsi, dan akomodasi dari masyarakat dan penjaga lampu menara setempat.
“Tapi selama terapung-apung di laut, saya dan ABK mengonsumsi sisa-sisa makanan yang dibawa dari kapal, seperti bubur juga makanan seadanya. Tapi syukurlah kami sehat-sehat saja dan tidak ada yang sakit sampai di Adpel Kangean ini,” ungkap IRAWAN.
Menurut IRAWAN yang menahkodai kapal sejak tahun 1978 ini, KM Marta I milik PT Pelayaran Murni Artha Wahyu Samudera di Raya Pelabuhan
Kalibaru 11 Tanjung Priok Jakarta Utara ini tenggelam setelah mengalami kerusakan mesin, starting valve bocor pada 27 April 2007.
“Kami sudah berupaya melakukan perbaikan namun tidak membuahkan hasil sampai akhirnya kapal terseret arus, kandas dan tenggelam pada 6 Mei 2007 lalu,” jelasnya.
Kata IRAWAN, kejadian ini baru pertama kali ia alami. “Kalau kapal tenggelam baru kali ini saya alami. Tapi kalau kapal bocor terus miring sudah 15 kali. Mudah-mudahan ini kejadian pertama dan terakhir selama saya jadi nahkoda.”
Ia bersama ABK KM Marta I rencananya akan meninggalkan Adpel Kangean bertolak menuju Kalianget, Selanjutnya akan anik bus ke Surabaya dan langsung ke Jakarta menemui pimpinan perusahaan pemilik kapal tersebut.
NOW ON AIR SSFM 100
