Senin, 1 September 2025
Sindir Pihak Kampus

Mahasiswa ITS Gelar Aksi di Depan Rektorat

Laporan oleh Rizka Amalia
Bagikan

Sekitar 20 orang mahasiswa, Senin (09/04) menggelar aksi teaterikal dan seminar pengadilan jalanan di depan gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Aksi ini terkait dengan pemanggilan 3 orang mahasiswa yang mengikuti demo seminar jalanan pada 6 Maret lalu. Diantaranya TOMY DWINTA GINTING, BENY IHAWANI dan YULIANI. Ketiga mahasiswa ini terancam di drop out, jika tidak memenuhi panggilan pihak Rektorat ITS.

Selain tiga mahasiswa tersebut, dua mahasiswa lainnya, yaitu ARIS MUNANDAR dan FANDY juga terancam skorsing, karena saat aksi beberapa waktu lalu, mereka terlihat membawa poster. Kedua mahasiswa ini sudah dipanggil jurusan dan tinggal menunggu surat keputusan datang.

Para peserta yang menggunakan penutup kepala dari plastik berwarna hitam tersebut, menggelar aksi teaterikal yang menceritakan tentang pengadilan jalanan.

TOMY DWINTA GINTING juru bicara aksi dan sekaligus satu diantara mahasiswa yang masuk dalam daftar surat panggilan pada suarasurabaya.net, Senin (09/04) mengatakan, teaterikal tersebut sebagai simbol algojo untuk menyindir pihak ITS yang mengadili mahasiswanya seperti pengadilan jalanan.

“Aksi teaterikal pengadilan jalanan ini untuk menyindir pihak kampus, kenapa malah mengadili mahasiswanya seperti pengadilan jalanan, ” papar TOMY.

Para peserta aksi memaksa memasuki gedung Rektorat ITS, namun terhalang oleh penjagaan ketat Satuan Keamanan Kampus (SKK) yang berjumlah sekitar 10 anggota.

Pihak kampus meminta hanya perwakilan aksi yang boleh masuk, tetapi peserta demo tetap memaksa ingin masuk untuk memastikan surat mereka benar-benar sampai kepada Rektor ITS.

Setelah melakukan negosiasi yang alot 2 dari 3 peserta yang masuk dalam daftar panggilan, yaitu TOMY DWINTA GINTING dan BENY IHAWANI diperbolehkan masuk. Meski demikian peserta aksi tetap ngotot ingin masuk untuk memberikan surat secara langsung.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya beberapa kali aksi saling dorong antara pendemo dan SKK ITS. Pihak Rektorat akhirnya memberi izin kepada 2 orang perwakilan untuk masuk dengan syarat membuka penutup kepala sebagai bentuk sopan santun.

Namun peserta aksi menolak syarat tersebut dengan alasan takut dipanggil dan dikenai sanksi seperti teman-teman mereka. Setelah aksi saling dorong yang berlangsung cukup lama, akhirnya satu diantara peserta diperbolehkan masuk dengan membawa surat yang diperuntukkan bagi Rektor ITS. Aksipun berakhir setelah peserta meninggalkan gedung Rektorat.

Teks Foto:
1. Peserta aksi mengenakan penutup kepala dari kresek warna hitam sambil membawa surat berwarna coklat yang diperuntukan bagi Rektor ITS.
2. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan SKK ITS, saat puluhan pengunjuk rasa memaksa masuk gedung Rektorat.
Foto: RIZKA suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil di Jembatan Suramadu, Kondisinya Ringsek

Kecelakaan Bus Tabrak Belakang Truk di KM 749 Tol Sidoarjo-Waru

Pajero Masuk Sungai Menur Pumpungan

Kecelakaan Truk Tabrak Gardu Tol di Gate Waru Utama

Surabaya
Senin, 1 September 2025
26o
Kurs