Komersialisasi dalam perayaan Natal tidak bisa dihindari karena sekarang ini jamannya materialisme, jaman kasat mata yang dapat dirasakan langsung. Dan komersialisasi ini tidak hanya di dalam kegiatan perayaan keagamaan Katholik dan Kristen saja tapi juga agama yang lainnya.
Demikian ungkap Romo AUGUSTINUS MANGUNHARDJANA Dosen Filsafat Universitas Surabaya (Ubaya) menyikapi keprihatinan Paus BENEDICTUS XVI Pemimpin Umat Katholik dunia terhadap komersialisasi perayaan Natal.
Pada Suara Surabaya, Senin (24/12), Romo AUGUSTINUS menjelaskan, munculnya komersialisasi perayaan Natal karena menghayati agama bukan langsung ke dalam Roh Allah. Melainkan, yang bisa dirasakan langsung dan unsur ditampak-tampakan pada orang-orang.
“Padahal hubungan dengan Tuhan khan dalam arti tidak hanya dalam bentuk lahiriah. Ini juga terlihat dalam bidang-bidang lainnya, misalnya atlet yang menang di Asean Games dapat medali emas akan lebih terlihat daripada Doktor yang mendapat IP-4. Bisa pula mahasiswa yang berprestasi di perkuliahan tidak akan menonjol dibandingkan dengan tim sepak bola kampus yang menang di pertandingan,”tukasnya.
Adanya peralihan dalam penghayatan agama, Romo AUGUSTINUS mengatakan, timbul pendangkalan hidup. Ini bisa dilihat dalam kehidupan nyata dimana banyak orang dihargai karena kekayaan dan jabatan yang dimiliki, bukan dari kepribadian orang itu yang baik atau yang buruk. Penghargaan lebih diberikan pada bentuk lahiriah.
Romo AUGUSTINUS meminta sudah saatnya umat Nasrani dan Katholik kembali pada inti agama yakni hidup menurut Roh Allah. Menggunakan pedoman agama merupakan satu di antara cara menghayati Roh Allah.
Menjelang Natal ini, Romo AUGUSTINUS juga berpesan supaya kehidupan beragama tidak terbatas pada penghayatan dogmah, beribadah, moralitas dan organisasi saja tapi pada spiritualitas.
“Harus menghayati agama sesuai Roh Allah dan lebih mendalam daripada yang kelihatan. Yakni, bersatu dengan Allah dan kembali pada cinta kasih. Dengan cinta kasih berbuat kebaikan apa saja dengan cara kreatif sesuai situasi dan kondisi kita,”pungkasnya. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100
