Puluhan pekerja pabrik cerutu di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengalami keracunan gas, Selasa (20/03).
Sebanyak 21 pekerja PT Java International Cigaret Manufacturing itu, kemudian dilarikan ke RSUD Bangil, dimana lima diantaranya terpaksa dirawat di ruang intensif paru.
Dilaporkan Antara, kelima pekerja yang kondisinya cukup serius tersebut, masing-masing DEWI, FITRI, ERNA, RISMA, dan NUR AINI. Para pekerja yang mengalami keracunan kebanyakan dari bagian produksi dan pengepakan.
SITI CHOTIJAH, satu diantara pekerja yang mengalami keracunan menjelaskan, saat bekerja beberapa jam kepalanya terasa pusing, disusul perutnya mual-mual, dan kemudian muntah-muntah. Kejadian serupa juga dialami para pekerja lainnya di bagian produksi dan pengepakan. Sehingga para pekerja yang masuk sift pagi, sekitar pukul 10.00 WIB dilarikan ke RSUD Bangil karena mengalami pusing, mual-mual dan muntah-muntah secara bersamaan.
Para pekerja langsung mendapat perawatan di ruang gawat darurat. Namun lima pekerja yang mengalami keracunan cukup serius terpaksa dirawat di ruang perawatan intensif paru.
SITI CHOTIJAH mengaku, tak begitu faham dirinya keracunan apa. Yang ia rasakan, saat masuk ruangan tempat bekerja yang tertutup dan ber-AC tersebut, tercium bau kurang sedap yang cukup menyengat. Namun yang pasti bau asing tersebut bukan bau tembakau bahan baku cerutu.
EDDI Manager HRD PT Java International Cigaret Manufacturing, yang berusaha dikonfirmasi wartawan, menolak memberikan keterangan lebih rinci. Ia hanya menegaskan bahwa para pekerja mengalami keracunan bukan dari makanan.
Dalam medical record para pekerja yang mengalami keracunan sementara ditulis keracunan akibat mencium gas. Namun belum disebutkan secara rinci gas apa, dan berasal dari mana.
Keterangan seorang pekerja mengungkapkan bahwa ruang tempat kerja yang tertutup dan ber-AC tersebut baru saja dibersihkan, yakni baru dilakukan fumigasi.
NOW ON AIR SSFM 100
