Kamis, 9 April 2020
Selama Januari 2014

137 Meninggal dan 1,1 Juta Jiwa Mengungsi Akibat Bencana

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan

Sebanyak 137 orang meninggal dunia dan 1,1 juta jiwa mengungsi akibat bencana selama Januari 2014.

Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengatakan, ancaman banjir dan longsor akan terus berlanjut hingga Maret 2014 nanti di sebagian besar wilayah Indonesia.

Ini juga sesuai dengan pola curah hujan di Indonesia yang puncak hujan berlangsung sejak Januari hingga Maret, kecuali di wilayah Maluku dan Halmahera yang puncaknya pada Juni-Juli. Kondisi demikian, kata Sutopo, akan menambah statistik data bencana di Indonesia.

Selama Januari 2014, data sementara yang dihimpun BNPB, telah terjadi 182 kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan puting beliung. Dampaknya 137 orang meninggal dunia, 1,1 juta jiwa mengungsi dan menderita, 1.234 rumah rusak berat, 273 rumah rusak sedang, 2.586 rumah rusak sedang, dan kerusakan infrastruktur, lahan pertanian dan lainnya.

Sebagian besar korban meninggal akibat longsor seperti di Kudus, Manado, Kota Tomohon, Jombang dan sebagainya. Dampak ekonominya tentu juga besar. Data sementara kerugian dan kerusakan akibat bencana banjir bandang di Sulut Rp 1,87 triliun, banjir Jakarta dan Pantura akan mencapai puluhan triliun, dan lainnya.

Trend bencana hidrometeorologi di Indonesia terus meningkat. Faktor antropogenik atau akibat ulah manusia dan degradasi lingkungan lebih dominan dibandingkan faktor alam yang menyebabkan banjir dan longsor. Rata-rata kerugian dan kerusakan bencana di Indonesia sekitar Rp 30 triliun. Ini di luar bencana-bencana yang besar. Sementara itu anggaran untuk penanggulangan bencana masih sangat kecil. Terlebih lagi alokasi anggaran untuk BPBD masih sangat kecil dibandingkan dengan APBD.

Contohnya, menurut Sutopo, di BPBD DKI Jakarta anggaran 2014 hanya Rp18 miliar dari APBD DKI Jakarta yang Rp72 triliun. Di BPBD Fak-Fak Barat Sumut, alokasinya hanya Rp 400 juta dari APBD sekitar Rp 700 miliar. Rata-rata nasional alokasi BPBD hanya lebih kecil dari 0,1% dari APBD. Tentu ini berpengaruh pada penanggulangan bencana di daerahnya.(faz/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan di Tol arah Ngawi KM 669

PJU roboh di Flyover Waru

Kecelakaan di bawah Layang Waru

Banjir di Blega, Bangkalan

Surabaya
Kamis, 9 April 2020
26o
Kurs