Selasa, 31 Maret 2020

Anjing Pelacak Diterjunkan Cari Korban Longsor Jombang

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Dua anjing pelacak, Rabu (29/1/2014) diterjunkan bersama ratusan personel dari TNI-Polri, BPBD, tim SAR, relawan untuk melakukan pencarian kembali korban longsor Jombang yang belum ditemukan.

Longsor yang terjadi di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Jombang Selasa (28/1/2014) tersebut menelan korban 7 orang meninggal dunia, dan 7 korban lainnya hingga saat ini sekitar pukul 11.00 belum ditemukan.

Tim gabungan dalam pencarian korban ini dikerahkan untuk mencari secara manual dengan peralatan cangkul dan scop, serta dibantu anjing pelacak, dan alat berat untuk menyingkirkan pohon-pohon bambu di lokasi longsor.

Pencarian hari ini difokuskan di atas reruntuhan di lokasi 4 rumah yang tertelan longsoran.

Pantauan suarasurabaya.net di lokasi pencarian korban longsor, cuaca saat ini mendung. Sementara itu terlihat ribuan warga sekitar kembali berdatangan melihat lokasi bencana longsor dan upaya pencarian korban. Mereka rela berjalan kaki 3 km untuk menuju lokasi tersebut. Mereka duduk di lereng-lereng dan sawah-sawah di sekitar lokasi.

Informasi yang dihimpun suarasurabaya.net, 7 jenazah yang sudah ditemukan Selasa (28/1/2014) kemarin, langsung dimakamkan pada sore dan sebagian pada malam harinya.
Korban yang meninggal dunia tersebut antara lain:
1. Sariaji (53 tahun)
2. Siti Nurohimah (43 tahun)
3. Suhartanto (25 tahun)
4. Bahrudin Ahmad (17 tahun)
5. Mukaiyaroh (55 tahun)
6. Lilik (40 tahun)
7. Moch. Sodik (32 tahun).

Sedangkan 7 korban yang belum ditemukan:
1. Sunarimo (60 tahun)
2. Choirun Nisa
3. Nurul Islamiyah (29 tahun)
4. Panji Suprapto (35 tahun)
5. Nindi balita yang masih berumur 3 tahun
6. Sail (47 tahun)
7. Fatkur Rozi (17 tahun). (ipg)

Teks Foto:
– Lokasi longsor di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Jombang.
Foto: Dok. suarasurabaya.net

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Surabaya
Selasa, 31 Maret 2020
30o
Kurs