Kamis, 2 April 2020

Banjir Jakarta Memicu Inflasi

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan

Dampak banjir di Jakarta, telah memicu kenaikan harga kebutuhan pokok. Data Kamar dagang dan industri (Kadin), banjir yang terjadi telah memicu inflasi lebih tinggi dibanding banjir tahun 2013 lalu.

Sarman Simanjorang Wakil ketua umum Kadin mengatakan, laju inflasi januari 2014, menembus angka 1,05 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan inlasi januari 2013 yang tercatat 0,88 persen.

“Semua kelompok pengeluaran masyarakat naik, meskipun tidak signifikan,” kata Sarman kepada wartawan, Kamis (6/2/2014).

Sementara itu, Jusuf Kalla Ketua PMI mengatakan, soal banjir kronis di Jakarta, harusnya segera ada solusi agar warga bantaran kali mau direlokasi. Penanggulangan jalur Ciliwung ini harus tegas, tidak ada kompromi, pembangunan rumah susun yang baik dan layak harus terus diperbaiki desainnya.

“sebelum merelokasi masyarakat di bantaran kali, pemerintah harus terlebih dahulu merampungkan tempat relokasinya,” kata Jusuf Kalla.

Rakyat akan terus menjadi korban banjir jika pemerintah tidak sigap dan cepat dalam menyiapkan tempat relokasinya tersebut. Jika kejadian seperti ini terus terulang, bagaimana rakyat bisa lebih sehat. “Harus ada rencana yang baik dan ketegasan pelaksanaannya,” ujarnya.

“Saya tak memungkiri jika biaya yang dibutuhkan untuk membuat rumah susun cukup besar. Soal biaya sebaiknya tak menjadi hambatan karena semuanya demi kepentingan rakyat, kan tidak apa-apa,” pungkasnya. (jos/wak/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Surabaya
Kamis, 2 April 2020
27o
Kurs