Minggu, 5 April 2020

Berbahaya Jika Ketinggian Banjir Tutupi Rel Kereta Api

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan

Jika banjir menutupi rel kereta api, dengan ketinggian melebihi batas tertentu, maka dapat dipastikan perjalanan kereta api harus dihentikan atau kawasan tersebut tidak boleh dilintasi kereta api karena beresiko serta berbahaya.

”Kalau ketinggian air banjirnya melebihi 10 cm, maka tidak ada pilihan lain, kecuali harus menghentikan perjalanan kereta api yang melintasi kawasan itu. Sangat beresiko dan membayakan penumpang maupun perjalanan kereta api,” terang Sri Winarto.

Pada ketinggian banjir tertentu, dibawah 10 cm misalnya, perjalanan kereta api masih dapat dilanjutkan setelah dilakukan evaluasi. “Jika ketinggian air terus bertambah dan tidak berkurang maka perjalanan kereta api harus dihentikan,” tukas Sri Winarto.

Dihubungi melalui selulernya, Sri Winarto Manajer Humas PT KA Daops VIII Surabaya, menegaskan, bahwa kawasan-kawasan rawan banjir maupun longsor seperti perlintasan Tanggulangin – Porong, memang mendapat pemantauan secara khusus.

“Pemantauan memang dilakukan terus menerus, terutama kawasan-kawasan rawan bencana, seperti banjir dan longsor. Namun jika kondisi alam atau cuaca yang memang tidak dapat dicegah, maka pilihan kami adalah menghentikan perjalanan kereta api,” tukas Sri Winarto pada suarasurabaya.net, Rabu (5/2/2014).

Pada Rabu (5/2/2014) ini, ketinggian banjir di perlintasan Tanggulangin – Porong sekitar 35 cm, bahkan belum surut. “Oleh karena itu, kami harus menutup jalur itu. Kami lebih memilih memutar jalur, memang lebih jauh dan butuh waktu, tapi itu lebih aman,” tegas Sri Winarto.(tok/ipg)

Teks Foto:
– Kondisi saat rel KA di Porong hampir tenggelam.
Foto: Dok. suarasurabaya.net

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Minggu, 5 April 2020
27o
Kurs