Jumat, 29 Mei 2020

Gita Mundur, Ini Bentuk Tanggung Jawab

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan

Gita Wirjawan yang mundur dari kabinet Indonesia Bersatu Dua, dinilai sebagai bentuk tanggung jawab. Menteri Perdagangan itu mundur, agar dapat konsentrasi untuk memenangkan konvesi calon Presiden Partai Demokrat.

Meskipun demikian, ada pula yang yang menilai Gita Wirjawan itu sekadar mencari sensasi untuk menaikkan elektabilitasnya sebagai capres.

Djoko Suyanto Menko Polhukam menganggap, Gita Wirjawan mengambil pilihan yang tepat, dengan cara mengundurkan diri dari Kabinet Indonesia Bersatu dua.

“Seseorang yang sudah yakin dalam menentukan pilihan hidupnya, sementara ternyata ada 2 pilihan yg harus diambil, maka siapapun dengan segala keyakinan, kalkulasi dan resikonya, “HARUS” memutus kan salah satu dari kedua pilihan itu,” kata Djoko Suyanto kepada wartawan, Sabtu (1/2/2014).

Dia menambahkan, hal ini agar tidak terjadi konflik kepentingan dan yang lebih penting lagi, Gita Wirjawan bisa konsentrasi penuh pada konvensi capres, yang tidak boleh dikerjakan sambil lalu.

“Kebetulan beliau adalah pejabat negara, sehingga agar tidak berbenturan dengan pencalonannya, beliau memilih mundur jadi menteri. Kalaupun saya pada posisi yang sama, saya juga akan mengambil langkah serupa,” kata Djoko.

Sementara itu, secara terpisah Marzuki Ali Ketua DPR RI mengatakan, tidak ada yang istimewa dari mundurnya Gita Wirjawan dari kabinet SBY. Jika alasannya karena tidak ingin tugasnya di kabinet terbengkelai, harus diapresisiasi. “Itu namanya tanggung jawab,” kata Marzuki Ali.

Marzuki Ali yakin mundurnya Gita Wirjawan tidak mempengaruhi kerja kabinet dan pasti sudah dibicarakan dengan presiden. (jos/wak/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Khoirul Asyhar Perdana

Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Surabaya
Jumat, 29 Mei 2020
27o
Kurs