Jumat, 29 Mei 2020
Diskusi e100, Tarif Penerbangan Murah

Harga Boleh Miring, Tapi Keselamatan Lebih Penting

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan

Agak murah tapi tidak mengabaikan kepentingan penumpang adalah ekspetasi sebagian besar SSNetters dalam memilih pesawat. Harapan itu setidaknya terangkum dalam kolom #DISKUSI yang diadakan fanpage FB Suara Surabaya e100 Rabu 5 Februari 2014, Rabu (5/2/2014) tentang “Tarif Penerbangan Murah.”

Lisa Arividya Sartika, Budhi Wibowo dan Bima Candra Nugraha adalah diantara pengguna facebook yang menyampaikan hal itu. Mereka berpendapat bahwa maskapai adalah opsional, tapi yang juga dipentingkan adalah sampai dengan selamat di tempat tujuan.

Budhi dan Bima menulis himbauan agar tidak tergiur murahnya. “Sebaiknya jgn tergiur dg murahnya. Keselamatan sampe di tujuan ini yg perlu diperhatikan. Di belahan bumi manapun akan selalu demikian. Namun sebetulnya yang harus dicermati adl justru maskapainya jangan asal memurahkan tp sangat mengabaikan kepentingan penumpang/calon penumpang (contoh: delay time, keselamatan penumpang, dll”, tulis mereka saat ditanya tentang LCC (Low Cost Carrier) atau penerbangan berbiaya murah.

Hampir sama dengan mereka, Ido Prijana Hadi dan Endro Dhani mengungkap bahwa resiko tersebut sudah diketahui calon penumpang. “Artinya mereka (calon penumpang,read) sudah tau resiko ini dan mesti terima. Tapi harusnya juga liat maskapai mana yang mengeluarkan promo tersebut. Kalau maskapai bagus, psomonya terjamin”.

Akun Hamfrey Winanda dan Herry Sudibyo justru membagi pengalaman mereka tentang nikmatnya menggunakan tiket pesawat murah atau promo. Hamfrey Winanda menulis “Lucunya, justru tanggal fixed date dan non-refundable memaksa saya dan teman2 saya untuk bisa berkumpul untuk pelesir. Kalau jadwalnya bisa diubah, malahan mau pelesir gagal terus karena deket hari H ada aja yang membatalkan. Jadi sungguh menguntungkan.”

Sedangkan Herry Sudibyo menulis, “Memang fenomena tersebut lumrah, saya mengalaminya, hanya 125ribu sudah dapat Sby-Dps PP untuk 2 org. Pelayanan maskapai sesuai standard dan on time (cuaca lagi mendukung). Sepanjang maskapai melayani sesuai standard dan tidak melanggar aturan yang ada itu tidak menjadi problem bagi penikmat travelling dengan budget miring. Kita posisikan sebagai konsumen yang hak dan kewajiban sudah dilindungi oleh Undang2 serta peraturan yang ada.”

Sebelumnya Andrias Yustinian Kasie Komunikasi dan Hukum Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda pada suarasurabaya.net, Rabu (5/2/2014) mengatakan konsep Low Cost Carrier semakin diminati masyarakat dan ini terbukti dari jumlah penerbangan perharinya 48 ribu penumpang.

Namun Wilen Basuki dan Didin Prasetyo menyindir pola pikir SSNtetters lainnya yang lebih menyukai konsep LCC ini dengan menulis “Murah njaluk slamet.”

Sementara itu, Bambang S Ervan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementrian Perhubungan mengatakan standart keselamatan penerbangan sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan 55 tahun 2011. Jadi meski dengan tarif yang relatif murah atau kategori no frill, semua maskapai tidak boleh mengurangi sedikitpun standar keselamatan dalam dunia penerbangan. (ham/rst)

Foto Teks:
Hasil #DISKUSI yang dilakukan fanpage SS e100

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Widya Qhodarum M.S

Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Surabaya
Jumat, 29 Mei 2020
27o
Kurs