Selasa, 31 Maret 2020
Ngobrol Bareng Bupati Sidoarjo

Kiat Bupati Sidoarjo Kembangkan Wilayahnya

Laporan oleh Teguh Ardi Srianto
Bagikan

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo optimis akan terus berkembang dan maju, dengan dukungan warga dan birokratnya. Saiful Ilah Bupati Sidoarjo mengatakan ini dalam Ngobrol Bareng Bupati Sidoarjo “Sidoarjo Peduli Jalan” di Suara Surabaya Center, Sabtu (26/4/2014).

Dalam paparannya, Saiful Illah mengatakan meski Sidoarjo punya wilayah terkecil di Jawa Timur, dengan luasan sekitar 72 Km persegi, tapi Sidoarjo tetap bisa tumbuh dan berkembang dengan dukungan warganya dan birokratnya yang mempermudah semua proses perijinan yang ada.

“Saya tidak pernah mempersulit siapapun dalam mengurus ijin, kalau syaratnya semua sudah lengkap, pasti saya tanda tangani,” ujar Saiful.

Selain itu, Saiful Ilah juga optimis, kalau Sidoarjo tidak terlalu terdampak dengan semburan lumpur panas Lapindo, meski di awal 2007 lalu memang sempat terpuruk perekonomian warganya.

“Di awal Lapindo terjadi memang ada penurunan perekonomian di Sidoarjo, tapi sesudah dicari solusi yang baik, akhirnya sekarang ini pertumbuhan perekonomian Sidoarjo sudah melebihi rata-rata nasional yang hanya 6 persen, sementara Sidoarjo sudah mencapai 7,5 persen,” papar Saiful.

Sementara Kresnayana Yahya Pakar Statistik dalam paparannya mengatakan, kalau ke depan, ancaman kemacetan di Sidoarjo akan sangat tinggi, kalau tidak didukung infrastruktur jalan yang lebih baik.

“Kondisi itu terjadi, karena pertumbuhan ekonomi, perdagangan, industri dan jasa terus meningkat di Sidoarjo. Kalau ini tidak segera dicari solusinya, maka Sidoarjo akan kewalahan dengan perkembangan transportasi yang ada,” jelas Kresna.

Dikatakan Kresna, Sidoarjo punya beberapa wilayah yang perlu dicari solusinya, sebelum ancaman kemacetan terjadi, khususnya di wilayah-wilayah industri.

“Beberapa wilayah yang perlu diwaspadai itu seperti di Trosobo, Krian, Legundi, Balong Bendo, Dungus dan di dalam kota Sidoarjo yang sekarang ini juga sudah mulai sering terjadi kemacetan,” ujar Kresna.

Dari data yang disampaikan Kresnayana Yahya, terungkap kalau di Sidoarjo, banyak pengendara kendaraan bermotor yang tidak biasa berkendara di jalan yang padat kemudian masuk ke Sidoarjo sehingga mereka seenaknya dalam berkendara di jalan.

“Kalau kondisi itu tidak segera disikapi, maka potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas akan sangat tinggi di Sidoarjo,” ujar Kresna. (tas/fik)

Teks Foto : 
– Ngobrol Bareng Bupati Sidoarjo “Sidoarjo Peduli Jalan” di Suara Surabaya Center, Sabtu (26/4/2014).
Foto : Teguh suarasurabaya.net

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Surabaya
Selasa, 31 Maret 2020
30o
Kurs