Rabu, 27 Mei 2020

Komnas HAM Sulit Ungkap Pelanggaran HAM Terduga Teroris

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan

Komnas HAM sulit mengungkap pelanggaran HAM terduga teroris, karena yang berhadapan dengan polisi itu merupakan sipil bersenjata. Demikian ditegaskan Nurkholis anggota Komnas HAM, di Jakarta, Jumat (17/1/2014).

Dia mengatakan, dalam mengungkap pelanggaran HAM berbeda dengan kasus jika yang berhadap-hadapan itu antara Polisi dengan sipil yang tidak bersenjata.

“Kesulitannya itu karena yang head to head ini sama-sama bersenjata, bukan sipil yang tak bersenjata.” tegas Nurkholis.

Kalaupun ada saksi dari korban yang masih hidup, kata Nurkholis, keterangan saksi ini sering berubah-ubah.

Nurkholis mengaku bahwa setiap terjadi penggrebegan terduga teroris, Komnas HAM selalu mendapat laporan dari pihak keluarga, dan Komnas juga selalu mengikuti, seperti pada kasus di NTB, Medan, Solo, maupun yang terakhir di Ciputat beberapa waktu lalu.

Nurkholis menjelaskan, sejauh ini Komnas HAM sudah memanggil pihak Polri, dan Polri sudah memenuhinya.

Dalam waktu dekat, Komnas juga akan memanggil Badan Nasional Penaggulangan Teror-BNPT dan pihak keluarga korban.

Komnas berharap pada BNPT maupun Polri agar sekarang ini lebih diaktifkan dalam upaya preventif menangani terorisme, sehingga tidak banyak korban yang meninggal.(faz/rst)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Emma Rachmawati

Potret NetterSelengkapnya

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Mobil Box Terguling di MERR

Surabaya
Rabu, 27 Mei 2020
30o
Kurs