Senin, 6 April 2020

Kondisi KBS Sebelum Dikelola Pemkot

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Sebelum dikelola Pemerintah Kota Surabaya, kondisi Kebun Binatang Surabaya (KBS) memang dalam kondisi yang memprihatinkan. Ini terungkap dari hasil kajian yang dilakukan tim independen dari Universitas Airlangga.

Data yang diterima suarasurabaya.net, menunjukkan hampir seluruh aspek di dalam KBS bermasalah. Diantaranya mulai dari kualitas udara, air, pakan, kandang, serta dari aspek satwa.

“KBS dengan satwa yang mencapai 297 spesies, ternyata belum memiliki rumah sakit satwa. Yang ada hanyalah klinik satwa di Jl. Setail,” kata Dr. Dhr. Wiwik Bagja, salah satu tim peneliti, Rabu (26/3/2014).

Di klinik hewan Jl. Setial, kata dia, juga tak memiliki peralatan yang mempuni untuk menangani berbagai penyakit satwa. Selain itu, beberapa peralatan juga banyak yang telah rusak.

Dari sisi lingkungan, tim juga menemukan jika sebelum dikelola pemerintah kota, pengelolaan sampah juga masih buruk karena tidak dipilah antara kotoran hewan dengan sampah dari para pengunjung.

Akibatnya, kualitas air tanah di KBS cukup buruk sehingga tim merekomendasikan untuk mengganti konsumsi air minum dari air sumur diubah ke air PDAM.

Dari aspek satwa, banyak yang belum terdeteksi dengan baik jenis kelamin satwa yang ada di KBS. Jumlah mamalia yang dimiliki KBS misalnya, saat ini mencapai 576 ekor. Dari jumlah ini 150 ekor diantaranya tidak diketahui jenis kelaminnya.

Begitu juga jenis Aves atau burung, saat ini jumlah yang tak diketahui jenis kelaminnya mencapai 442 ekor. Jenis reptil yang tak diketahui kelaminnya juga mencapai 1451 ekor, sedangkan ikan air tawar yang tak diketahui kelaminnya sebanyak 712 ekor, dan ikan air asin mencapai 127 ekor.

Pakan satwa juga belum dikelola dengan baik. Ditaruh begitu saja tanpa ada upaya menjaga kesegaran pakan. Ruang karantina dan isolasi hingga kini juga masih sama, padahal harus dibedakan.

Kebun Binatang sebesar KBS, hingga kini ternyata juga belum memiliki studbook atau buku pembiakan. Padahal buku pembiakan diperlukan untuk mengatur dan menandai silsilah satwa. (fik)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Senin, 6 April 2020
31o
Kurs