Senin, 6 April 2020

Lima Ogoh-Ogoh Diarak di Komplek Sekitar Pura Segara

Laporan oleh Wakhid Muqodam
Bagikan

Setelah menggelar persembahyangan Melasti, umat Hindu di Surabaya melanjutkan ritual Tawur Agung Kesanga, pada Minggu (30/3/2014) di Pura Segara. Ritual ini ditandai dengan arak-arakan Ogoh-ogoh.

Ida Bagus Satnyana Ketua Pengurus Pura Segara mengatakan, berbeda dengan tahun lalu, jumlah ogoh-ogoh yang diarak hanya lima buah. Empat dibeli dari Bali dan satu ogoh-ogoh dibuat oleh mahasiswa.

“Tahun ini jumlah ogoh-ogoh lebih sedikit dari pada tahun lalu, ini karena banyak mahasiswa yang pulang ke Bali,” kata Ida Bagus Satnyana kepada suarasurabaya.net, Minggu (30/3/2014).

Dia menambahkan, tahun ini acara pawai ogoh-ogoh juga cenderung sepi, selain banyak warga umat Hindu yang pulang ke Bali, juga bertepatan dengan musim kampanye pemilu legislatif 2014.

“Pawai ogoh-ogoh tahun ini hanya diperbolehkan digelar di sekitar pura, kalau tahun lalu ritual Tawur Agung Kesanga ditandai pawai ogoh-ogoh di Tugu Pahlawan,” ujarnya.

Persembahyangan Tawur Agung Kesanga, kata Satnyana, ditandai dengan pembakaran Ogoh-ogoh di komplek Pura Segara. “Setelah itu umat Hindu memasuki Catur Brata Penyepian yang menjadi puncak perayaaan Nyepi tahun 2014 ini,” kata dia. (wak/dwi)

Teks Foto:
– Dua dari lima ogoh-ogoh yang diarak di sekitar komplek Pura Segara Kenjeran.
Foto: Wakhid suarasurabaya.net

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Senin, 6 April 2020
26o
Kurs