Selasa, 16 Agustus 2022

Mesin Cuci Empon-empon Percepat Proses Pembuatan Jamu

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan

Mencuci empon-empon menjadi hal yang memakan waktu apabila dilakukan satu per satu dan dalam jumlah yang besar. Empon–empon adalah bumbu dapur yang berasal dari beberapa jenis tumbuhan yang diolah umbinya. Biasanya dipakai sebagai bahan baku jamu.

Berawal dari hobi yang suka mengotak atik mesin, Ir. Hadi Santoso, M.M. Dosen Teknik Industri Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) berhasil menciptakan mesin cuci rimpang empon-empon.

Bersama rekannya, Yuliati, S.Si., M.T., yang juga dosen Teknik Elektro UKWMS, mereka berhasil memenangkan penghargaan Juara II Lomba Teknologi Tepat Guna Tingkat Kota Surabaya Tahun 2014.

“Proses ini memakan waktu sekitar 3 sampai 4 bulan. Jangka waktu itu adalah kisaran dari munculnya ide rancangan hingga pembuatan mesin ini,” ujar Hadi ketika ditemui suarasurabaya.net di Pusat Penelitian Obat Tradisional (PPOT) UKWMS.

Hadi mencontohkan bahwa kunyit tidak boleh dicuci terlalu lama, karena akan merusak tekstur kunyit. “Kunyit bila dicuci terlalu lama, teksturnya akan pecah-pecah dan kualitasnya menurun. Paling lama hanya boleh 1-2 menit,” papar Hadi yang menyatakan bahwa dengan alasan tersebutlah maka perlu alat dan metode yang lebih efisien untuk mencuci dan memotong rimpang empon-empon.

Alat ini merupakan hasil dari penelitian yang didanai oleh pemerintah. Hadi dan Yuli berharap bahwa alat ini dapat membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk lebih mengembangkan usahanya.

“Alat ini juga bisa dipakai untuk mencuci komoditi lokal misalnya kacang tanah,” jelasnya sembari menunjukkan proses pengoperasian alat pencuci rimpang empon-empon ini. Alat ini sekarang dipergunakan PPOT UKWMS untuk memproduksi jamu. Dengan alat ini, proses pengerjaan jamu menjadi lebih cepat.

Melalui inovasi mesin ini, diharapkan industri UKM jamu Indonesia dapat menjamin kehigienisan dan kualitas produknya, sehingga dapat bersaing dengan produk obat non tradisional.

Hadi menambahkan bahwa tingkat kesulitan pembuatan ada pada detail dari mesin. “Tingkat kesulitannya ada pada detailnya, seperti akurasi pengaturan peletakan sikat,” papar Hadi Santoso saat berbincang dengan suarasurabaya.net, Jumat (4/4/2014). (tok/ipg)

Teks foto:
-Uji coba mesin cuci rimpang empon-empon.
Foto: istimewa.

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Selasa, 16 Agustus 2022
27o
Kurs