Selasa, 31 Maret 2020

PGRI Jatim Terus Berjuang Untuk Pencairan TPP Guru

Laporan oleh Teguh Ardi Srianto
Bagikan

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur akan terus memperjuangkan TPP para guru yang belum cair sampai sekarang.

Ichwan Sumadi Ketua Umum PGRI Jawa Timur pada Radio Suara Surabaya, Rabu (26/3/2014) mengatakan, sekarang ini masih banyak guru yang belum menerima TPP, karena banyak penyebab, diantaranya ada para guru yang tidak bisa menerima TPP karena meski sudah mengajar lebih 24 jam dalam seminggu, tapi dia mengajar mata pelajaran yang berbeda dengan sertifikasi yang dimiliki. “Ini yang terus kita perjuangkan, agar mereka tetap bisa menerima TPP,” kata Ichwan.

Ditambahkan Ichwan, kalau ada guru yang mengajar lebih dari 24 jam dengan mata pelajaran yang berbeda, itu karena jumlah guru yang ada juga kurang. “Akibatnya ada pelimpahan tugas mengajar dengan mata pelajaran yang berbeda dari sertifikasi yang dimiliki guru itu,” jelas Ichwan.

Upaya itu sudah disampaikan dan diusulkan lewat revisi Peraturan Pemerintah, sehingga para guru yang mengajar mata pelajaran berbeda dan jam mengajarnya sudah 24 jam dalam seminggu, tetap bisa menerima TPP.

“Meski kondisinya masih banyak guru yang belum menerima TPP, PGRI tetap meminta para guru untuk tetap profesional dalam menjalankan tugasnya,” tutur Ichwan.

Selain guru di bawah koordinasi Dinas Pendidikan, di Jawa Timur juga masih banyak guru agama yang tidak menerima TPP-nya, meski mereka di bawah koordinasi Kementerian Agama.

“Kita akan terus perjuangkan itu, beberapa waktu lalu ada guru agama Katholik yang belum menerima TPP-nya bukan hanya untuk tahun ini, tapi tahun lalu juga belum diterima,” papar Ichwan.

Sementara sesuai kesepakatan yang ada, TPP para guru akan dicairkan 4 kali dalam setahun, diantaranya di bulan April, Juli, Oktober dan Desember. “Kalau sampai TPP ini tidak terbayarkan, saya menduga uang yang dianggarkan dalam APBN itu belum siap, karena itu baru angka-angka saja, sementara pendapatan pemerintah belum masuk dalam kas negara sehingga TPP belum bisa dicairkan,” ungkap Ichwan. (tas/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Surabaya
Selasa, 31 Maret 2020
30o
Kurs