Kamis, 2 April 2020

Pakde Karwo Paparkan Keberhasilan Jatim di UGM

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Soekarwo, Gubernur Jawa Timur akan kunjungi Yogyakarta untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDSI).

Informasi yang diterima suarasurabaya.net, kunjungan Pakde Karwo julukan Soekarwo ini sekaligus untuk menjadi pembicara dalam Seminar Nasional yang digelar oleh para Kepala Desa se-Indonesia itu.

Pertemuan asosiasi seluruh kepala desa akan digelar di Yogyakarta Expo Jl. Raya Jati Yogyakarta dan dihadiri tak kurang dari 3500 kepala desa.

Selain itu, selama di Yogyakarta, Pakde Karwo juga akan menghadiri undangan Civitas Akademika Universitas Gajah Mada (UGM) untuk syaring pemikiran membangun bangsa dengan tajuk “Dari Jawa Timur untuk Indonesia”.

Pakde Karwo mengaku akan memberikan paparan di hadapan puluhan guru besar terkait perekonomian bangsa dengan study sukses story Jawa Timur.

“Ketika menerima undangan saya kaget, kenapa saya yang dipilih untuk menjadi pembicara tunggal, padahal banyak kepala daerah lainnya,” kata Pakde Karwo, Senin (24/3/2014).

Menurut dia, paparan ini akan memfokuskan pada pembangunan ekonomi Jawa Timur serta bagaimana Jawa Timur mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

Sementara itu, Pakde Karwo membantah jika upayanya keliling untuk menyapa warga di luar Jawa Timur berkaitan dengan wacana pencalonan dirinya sebagai calon Presiden. “Silakan semua berpendapat, itu sah-sah saja dalam iklim demokrasi. Ini (di Yogya) saya diundang, bukan keinginan saya,” ujarnya.

Bagi Pakde Karwo, paparan di UGM ini merupakan yang ke-empat setelah sebelumnya dia juga diminta pokok-pokok pikirannya di Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Nasional (Unas) Jakarta.

Saat menjadi narasumber Talkshow Agriculture Outlook 2014 yang diselenggarakan Himpunan Alumni IPB, Kamis 19 Desember 2013, Pakde Karwo menyampaikan komitmen untuk melindungi pertanian di Jawa Timur.

Dalam pemikirannya, sebagai bentuk komitmen dapat dilakukan dengan melakukan revitalisasi pertanian dan penyediaan infrastruktur pedesaan, strategi peningkatan produksi tanaman pangan, inisiatif regulasi yang berupa Pergub, Perda, dan Kepgub. Tidak hanya itu, Jawa Timur juga memberikan subsidi kepada kabupaten/kota untuk pembangunan infrastruktur pedesaan.

Menurutnya, dibentuknya regulasi menjadi wujud komitmen untuk melindungi pertanian di Jawa Timur. Pemerintah di dalam liberalisasi ini harus mengintervensi, dialokasi, distribusi, dan stabiliasi, serta membela yang kecil. “Distorsi pasar bebas harus diintervensi pemerintah. Yang kecil tidak bisa efisien. Termasuk sektor pertanian. Itu harus diintervensi, misalnya hibah untuk pengolah pertanian, hand tractor, mini feed mill,” ujar Pakde Karwo.

Selain itu, dalam kesempatan itu, Pakde Karwo juga sempat memaparkan pemikirannya di sektor pertanian dengan cara menolak impor daging sapi. Kebijakan di sektor pertanian dengan menurunkan laju konversi lahan pertanian melalui percepatan peraturan daerah juga menjadi bagian yang dia paparkan.

Sementara itu, pandangannya dalam memasuki Asean Community 2015 dan AFTA 2020, menurut Soekarwo, Negara harus memberi perhatian serius kepada masyarakat yang selalu kalah dalam persaingan bebas. Untuk itu, di Jawa Timur terdapat kebijakan membela mereka melalui keberpihakan seperti melindungi petani lewat standarisasi produk impor dan melarang produk impor beredar di Jawa Timur seperti beras, hortikultura, garam, daging sapi, dan gula. (fik)

Teks Foto :
– Soekarwo, Gubernur Jawa Timur.
Foto : Dok suarasurabaya.net

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Surabaya
Kamis, 2 April 2020
27o
Kurs