Senin, 6 April 2020

Perayaan Se-abad Kota Malang Akibatkan Kemacetan

Laporan oleh Desy Kurnia
Bagikan

Perayaan puncak satu abad Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (27/4/2014) pagi hingga malam hari nanti, diperkirakan akan mengakibatkan kemacetan, terutama di jalan-jalan protokol karena banyak digelar acara dengan melibatkan puluhan ribu orang.

Acara puncak satu abad Kota Malang tersebut diawali gerak jalan sehat sadar pajak yang melibatkan ribuan orang, Minggu pagi, dengan rute sepanjang jalan protokol, kata Ade Herawanto, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang.

Dikutip dari Antara, kegiatan yang menawarkan berbagai hadiah menarik, seperti dua unit mobil pikap, sepeda motor, lemari es serta hadiah hiburan lainnya itu, terlihat mulai menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas.

Warga yang mengikuti jalan sehat itu dipersyaratkan telah melunasi pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB). Dengan menunjukkan bukti lunas PBB, warga peminat oleh panitia akan diberikan satu kupon undian.

Kecuali kupon yang dijatahkan oleh pemkot untuk perangkat pemerintahan, termasuk setiap RT mendapatkan jatah 12 kupon guna mengikuti jalan sehat tersebut, ujar Ade.

Selain jalan sehat sadar pajak, sebagian warga lainnya mengikuti lomba goyang cesar yang dipusatkan di Bundaran Tugu yang juga menjadi lokasi start dan finis jalan sehat.

Usai lomba goyang cesar, warga juga dihibur band asli Kera Ngalam (arek Malang) d’Kross, dilanjutkan tarian Bendera Arema, atraksi flying fox dari Satgas Perkim Pemkot Malang, tarian dari Yapen Waropen yang dibawakan mahasiswa Papua yang sedang kuliah di Malang. Acara itu ditutup dengan panggung hiburan yang menampilkan Andra The Backbone dan band Shaggy Dog.

Selain berbagai hiburan yang ditampilkan, pada saat bersamaan warga Kota Malang juga dimanjakan dengan festival kuliner Malangan di Jalan Gajahmada (satu area dengan Balai Kota Malang).

Sekitar pukul 13.00 WIB, jalan-jalan protokol Kota Malang, seperti Jalan Simpang Balapan, Jalan Ijen dan Jalan Semeru hingga Balai Kota diperkirakan macet kembali seiring perhelatan Malang Flower Carnival (MFC) yang diikuti oleh ratusan kelompok, termasuk dari sejumlah daerah sekitar, seperti Jember, Pasuruan, Tulungagung, Blitar, Kedira, Probolinggo serta Trenggalek.

Sebagai acara puncak satu abad Kota Malang, pada 2 Mei panitia akan menyediakan 10 panggung hiburan yang berbeda di sepanjang Jalan Basuki rahmad (Kayutangan) hingga Alun-alun Merdeka dan seluruhnya bernuansa tempoe doeloe atau Kota Malang 100 tahun lalu. (ant/ain/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Senin, 6 April 2020
27o
Kurs