Selasa, 31 Maret 2020

Polri Siagakan Heli Untuk Kampanye SBY

Laporan oleh Restu Indah
Bagikan

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyiagakan satu unit helikopter untuk sarana evakuasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dijadwalkan melakukan kampanye akbar Partai Demokrat di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (18/3/2014).

“Kami siagakan untuk mengantisipasi jika terjadi peristiwa darurat yang membahayakan keselamatan Bapak Presiden,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Whisnu Hermawan Februanto pada Antara.
Menurut Kapolres, penyediaan pesawat khusus untuk sarana evakuasi Presiden dan Ibu Negara ini menjadi opsi pertimbangan polisi untuk mengantisipasi jika terjadi kerusuhan ataupun aksi teror yang mengancam nyawa ataupun keselamatan kepala negara.

“Sejauh ini situasi aman terkendali. Langkah (pengamanan) ini diberlakukan karena salah satu juru kampanye kebetulan merupakan seorang kepala negara,” ulangnya.

Selain helikopter, polisi juga juga menyiagakan sedikitnya satu unit kendaraan penyemprot air (watercanon) dan tiga kendaraan perintis (rantis) di sekitar Stadion Rejoagung selama kegiatan kampanye berlangsung.

Tidak seperti kegiatan partai lain, pengamanan kampanye akbar Partai Demokrat di Kabupaten Tulungagung terkesan lebih istimewa. Tidak hanya dijaga ketat oleh ratusan polisi dari jajaran Polres Tulungagung dan Detasemen C Brimob Polda Jatim, unsur TNI juga dilibatkan dalam pengamanan di sekitar area kampanye maupun jalur masuk dan keluar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama melakukan kegiatan kampanye.

Satu SSK (satuan setingkat kompi) dari Batalyon Infanteri (Yonif) 511 Badak Hitam Kota Blitar juga diperbantukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan presiden selama di Tulungagung.

Komandan Kodim 0807 Tulungagung, Letkol Inf Eko Hariyanto membenarkan tingginya standar pengamanan kampanye Partai Demokrat di wilayahnya. Namun ia menolak anggapan TNI bersikap tidak netral dalam kegiatan kampanye ataupun pemilu tersebut.

Menurutnya, pengarahan anggota TNI dilakukan jajaran Kodim 0807 maupun Yonif 511 Badak Hitam karena pihaknya bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan kepala negara. “TNI selamanya netral. Kami tidak berkepentingan dengan kampanye (Partai Demokrat) tetapi bertanggung jawab terhadap keselamatan presiden selaku kepala negara,” ujarnya. (ant/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Surabaya
Selasa, 31 Maret 2020
30o
Kurs