Kamis, 9 April 2020

Presiden Minta Warga Riau Sampaikan Penyebab Kebakaran

Laporan oleh Wakhid Muqodam
Bagikan

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden dalam dialog dengan warga Kabupaten Siak dan Kampar, dua lokasi titik api di Provinsi Riau, meminta warga untuk jujur menyampaikan penyebab kebakaran lahan agar peristiwa tersebut tidak berulang setiap tahun.

“Saya ingin mendengar langsung dari saudara-saudara apa adanya sampaikan apa yang terjadi. Jangan takut sehingga setiap tahun tidak terjadi seperti ini,” kata Presiden di halaman SD Negeri 10 Minas Timur, Bypass KM 2, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (16/3/2014).

Melansir dari Antara, kecewa dengan terulangnya kembali krisis asap, Presiden secara khusus membatalkan agenda kegiatannya di Jawa Tengah dan menuju Riau untuk mencari tahu mengapa provinsi itu kembali diselimuti asap.

Setelah mendengarkan laporan dari para petugas operasi terpadu tanggap darurat penanganan asap dan para pejabat terkait, SBY memutuskan untuk bertemu warga pada siang ini guna mendengar langsung penyebab kebakaran lahan.

Ia menilai tidak ada gunanya selalu mengeluarkan dana besar untuk memadamkan api apabila setiap tahun terjadi lagi.

“Saya ini kan mengikuti tiap tahun. Wilayah yang lahannya gambut itu kan tidak hanya Riau, yang lain tidak separah ini,” kata Presiden, seusai seorang warga dari Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar mengatakan bahwa lahan gambut sangat mudah terbakar di musim kemarau bahkan hanya akibat putung rokok.

Presiden menegaskan bahwa Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan juga memiliki lahan gambut yang luas namun tidak separah yang terjadi di Provinsi Riau.

“Jujur saja, sama-sama terbuka, saya ingin tahu apa yang betul-betul terjadi,” ujar SBY di hadapan sekitar 30-an perwakilan warga.

Presiden mengklaim telah mendapat laporan dari berbagai pihak tentang orang-orang tertentu yang mendapat izin kapling lahan dan membakar.

Ia mengatakan bahwa untuk lahan gambut masih berlaku moratorium. Kepada warga dua kabupaten itu, Presiden mengatakan bahwa jika ia tidak mendapatkan laporan jujur dari mereka maka akan masuk lebih lebih jauh ke dalam untuk mencari warga masyarakat yang lain.

Menurut SBY, di Indonesia tidak ada satu daerahpun yang tidak memiliki pemimpin, hingga ke tataran desa.

“Saya tidak terima ada pembakaran besar-besaran kok bisa tidak tahu di daerah. Saya juga pernah jadi orang bawahan bukan tiba-tiba jadi presiden,” katanya.

Ia juga berharap agar penegak hukum dapat juga menangkap dalang pembakaran bukan hanya pelaku di lapangan.

Menanggapi permintaan warga masyarakat akan bantuan mesin air, Presiden mengatakan bahwa pemerintah pusat akan membantu namun tidak ada gunanya mengirim seribu mesin air jika masih ada yang membakar lahan.

Pada kesempatan itu Presiden juga menyampaikan kekecewaannya saat memperoleh laporan bahwa ada satu desa yang hanya terletak sekitar 20 km dari Kotamadya Pekanbaru tapi belum dapat dipadamkan nyala apinya.

Turut mendampingi Presiden dalam dialog itu antara lain Menhut Zulkifli Hasan, Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi, dan Gubernur Riau Annas Maamun. (ant/wak)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan di Tol arah Ngawi KM 669

PJU roboh di Flyover Waru

Kecelakaan di bawah Layang Waru

Banjir di Blega, Bangkalan

Surabaya
Kamis, 9 April 2020
27o
Kurs