Minggu, 5 April 2020

SSNetters Nilai Pemerintah Tetap Harus Terlibat

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan

Saat ini jumlah Industri kreatif di Indonesia sudah menjadi komoditi ekspor yang tinggi. Tahun lalu industri kreatif menyumbang Rp 641 triliun pada Produk Domestik Bruto PDB Indonesia atau 5,67%.Namun begitu ada kendala-kendala yang potensi menghambat pertumbuhan angka industri kreatif ini.

Sebagian kendala sekaligus solusinya disampaikan masyarakat lewat forum #DiskusiSSToday di fanpage facebook e100, Rabu (19/3/2014). Yunus, Ardiansyah, Sofan Ifani, Vonis Achriansjah dan Roudlatul Jannah sepakat jika kendala utama adalah modal. “Biaya produksi dan harga bahan mentah yg selalu naik tapi harga jual gak bisa langsung ikut naik karena kita juga memperhatikan kondisi pasar saat ini,” tulis Ardiansyah.

Menurut Yaory Hanggara, Lisa Arividya Sartika dan Fauzi Gunawan, kendala kedua adalah pemasaran. “Tantangannya bisa macam-macam. Tapi yang sangat tampak yaitu kemampuan dan kapasitas pelaku usaha, kejelian membidik peluang, spekulasi, ekspansi pemasaran yang proporsional,” tulis Lisa Arividya.

Dukungan dari pemerintah menjadi kendala selanjutnya menurut Rendra dan Ardi. Rendra menulis “Pemerintah jangan hanya memberi pelatihan & modal saja tapi pantau terus atau bentuk team khusus untuk memantau/menampung keluhan2/kesulitan2 mereka.” Solusinya, lanjut Rendra yaitu memantau serta mengantisipasi agar tidak terjadi kecuranga. “Team ini bisa mengantisipasi adanya pebisnis yang cuma ingin untung saja & mengantisipasi adanya prsaingan yang tidak sehat,” tulis Rendra.

Solusi lainnya disampaikan Ivan Dwi Saputra, dengan menyatukan mereka para pelaku usaha industri kreatif dalam satu venture. “Solusinya mungkin adanya join venture antara beberapa pelaku usaha akan membuat industri kreatif berkembang & mengatasi kesulitan modal & persaingan; sedang untuk kebutuhan/keinginan pasar pembeli, mungkin pelaku usaha hendaknya lebih cermat lagi sebelum memulai, apakah suatu trend pasar hanya ‘glitch’ – percikan kecil atau constant demand – permintaan konstan, mungkin juga dengan bantuan financial advisor pelaku industri bisa mengerti lebih,” papar Ivan.

Sementara itu, Noviendi Malakam Kapuskom Publik Kemenparekraf mengatakan jumlah usaha kecil menengah di Indonesia yang juga bagian industri kreatif total ada 5,42 juta industri. “Mereka terbukti memperkuat ekonomi Indonesia selama krisis sampai kelompok grass root dengan total serapan tenaga kerja 11,8 juta orang”.

Soal keterlibatan pemerintah lanjut Noviendi, memang memposisikan diri agar pelaku usaha kreatif tidak manja. “Pemerintah menginginkan pelaku ekonomi kreatif mandiri dan tidak mau tergantung pada pemerintah Pemerintah juga mendampingi dan memberikan fasilitas serta akses pendanaan”. (ham/rst)

Teks Foto:
Forum #DISKUSISSTODAY di fanpage facebook e100

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Minggu, 5 April 2020
26o
Kurs