Selasa, 31 Maret 2020

Sejarah Panjang Bedah Plastik

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Kita mungkin sering mendengar operasi bedah plastik yang mampu merekonstruksi wajah manusia hingga berganti ke wajah yang lain. Bisa lebih cantik atau tampan, atau mungkin bisa menjadi ke bentuk lainnya.

Di Indonesia, khususnya di Surabaya, bedah plastik mungkin masih jarang, meskipun faktanya Surabaya memiliki icon bedah plastik dengan berhasilnya tim dokter RSUD Dr Soetomo merekonstruksi wajah Lisa, seorang pasien korban siraman air keras di wajah.

Lantas apa sebenarnya bedah plastik itu sendiri ? Dari beragam literatur disebutkan jika bedah plastik bukan berarti operasi dengan menempelkan plastik. Plastik di sini merupakan sebuah istilah dari bahasa Yunani yaitu platikos yang berarti to mold atau untuk membentuk.

Dalam ilmu kedokteran, bedah plastik sendiri terbagi dalam dua bagian besar yaitu rekonstruksi, seperti yang dilakukan terhadap Lisa yang tidak hanya mempercantik melainkan juga untuk memperbaiki beberapa fungsi kulit; serta bedah plastik kosmetik, atau hanya melakukan pembedahan pada bagian kecil untuk mempercantik bagian tertentu dari kulit.

Menurut sejarahnya, operasi plastik sebenarnya telah jauh dikenal di dunia. Bahkan Washington Post pada 1994 telah mencatat jika bedah plastik sudah ada sejak tahun 2000 sebelum masehi (SM) di India dan Mesir.

Tokoh yang ternama dalam bidang ini adalah Sushruta Samhita, Bapak Operasi bedah, yang membuat kontribusi penting untuk bidang bedah plastik pada abad 6 SM.

Sushruta membuat banyak karya medis dalam bahasa Sansekerta, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab selama masa kekhalifahan Abbasiyah tahun 750 Masehi. Terjemahan bahasa Arab karya mereka dibawa oleh pedagang-pedagang Arab sampai ke Eropa.

Bangsa Mesir dan Romawi kuno juga mengenal operasi plastik. Sejak abad 1 SM bangsa Romawi kuno dapat melakukan operasi plastik sederhana seperti memperbaiki telinga yang rusak.

Saat itu, studi tentang operasi plastik hanya dilakukan melalui buku-buku medis Yunani yang ditulis oleh pendahulu mereka karena untuk alasan agama, mereka tidak diperbolehkan membedah baik manusia maupun hewan untuk percobaan.

Di belahan dunia lain, seperti di Eropa, bedah plastik yang berasal dari India ini juga terus berkembang. Bahkan pada abad ke-15 ada seorang dokter di Eropa yang terkenal mampu membuat hidung baru pada orang yang mengalami kecelakaan dengan cara mengambil kulit padalengan bagian belakang.

Pada abad ke 19 dan 20 operasi plastik menjadi sangat umum karena teknik anestesi sudah baik sehingga operasi plastik tidak menimbulkan rasa sakit yang hebat.

Bedah plastik sendiri terus berkembang dan tidak hanya digunakan untuk rekonstruksi wajah. Bahkan pada tahun 1946, seorang dokter dari Selandia Baru berhasil melakukan operasi pergantian kelamin wanita ke pria pertama di dunia. Hingga akhirnya operasi plastik menjadi sangat berkembang hingga saat ini. (berbagai sumber)

Teks Foto :
– Ilustrasi.
Foto : detik.com

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Surabaya
Selasa, 31 Maret 2020
30o
Kurs