Rabu, 27 Mei 2020
Daeng Beta Telah Tiada

Sepenggal Kisah Suami Khofifah

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Tak banyak yang kenal sosok Indar Parawansa, suami Khofifah. Selain orangnya yang pendiam, Indar memang tak setenar istrinya yang pernah menjabat sebagai Menteri Urusan Peranan Wanita di Era Abdurrahman Wahid menjadi presiden.

Penelusuran suarasurabaya.net, di blog pribadi Indar Parawansa di http://cabuptakalar.blogspot.com/ Indar yang lahir di Palu, 26 Juli 1960 ini ternyata pernah mencalonkan diri sebagai calon Bupati Takalar, Sulawesi Selatan pada tahun 2012 silam.

Di blog itu, Indar ternyata memiliki nama lain yaitu “Daeng Beta”, sebutan kedaerahan. Almarhum sendiri memiliki gelar doktor bidang lingkungan di Institut Pertanian Bogor. Sedangkan S2 kependudukan ditempuh di Universitas Gajah Mada, dan S1 sosial ekonomi pertanian berasal dari Universitas Hasanuddin Makassar.

Daeng Beta sebelum meninggal merupakan staf di Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri. Karir PNS almarhum dimulai dari menjadi tenaga honorer Dinas Tanaman Pangan Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 1986.

Setelah itu, Daeng Beta bekerja di staf pemerintahan daerah Kabupaten Takalar mulai 1987-1999, sebelum akhirnya pindah menjadi staf di ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri.

Meski tergolong pendiam, Daeng Beta semasa hidup ternyata juga aktif dalam berbagai organisasi, diantaranya di Ikatan Pelajar Muhammadiyah; kemudian Tapak Suci Putra Muhammadiyah; Himpunan Mahasiswa Islam (HMI); serta Pimpinan Kolektif Majelis Nasional Kahmi.

Atas berbagai kiprah yang dia lakukan, almarhum juga pernah dua kali mendapatkan tanda jasa kehormatan dari presiden yaitu Satyalancana Karya Satya X pada tahun 2000; serta Satyalancana Karya Satya XX pada tahun 2008.

Pernikahan dengan Khofifah Indar Parawansa, dikaruniai empat anak yaitu Patimasang, 18 tahun, mahasiwi S2 di Melbourne, Australia; lantas Jalaluddin Mannagalli, 16 tahun Mahasiswa S1 di Bejing; Yusuf Mannagali, 14 tahun, SMP di Jakarta; dan Ali Mannagali, 11 tahun kini masih SD di Jakarta.

Sekadar diketahui, Daeng Beta dikabarkan meninggal ketika sedang menjalankan tugas di Palu pada Rabu (15/1/2014) pukul 21.30 malam. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di pemakaman umum Jl. Jemur Wonosari, GG Lebar, Wonocolo, Surabaya.(fik)

Teks Foto :
– Daeng Beta bersama keluarga.
Foto : http://cabuptakalar.blogspot.com

NOW ON AIR SSFM 100

Emma Rachmawati

Potret NetterSelengkapnya

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Mobil Box Terguling di MERR

Surabaya
Rabu, 27 Mei 2020
30o
Kurs