Sabtu, 4 April 2020

Siap Risiko, Pilih Jurusan Karena Suka

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan

Menjelang tuntasnya pendidikan SMA dan SMK, ternyata tidak sedikit siswa yang akhirnya memilih jurusan pada pendidikan perguruan tinggi, lebih dikarenakan suka serta pilihan sendiri.

“Saya memang suka desain dan interior. Sejak sebelum naik kelas dua, sudah mulai coba-coba cari tahu desain interior itu apa. Nanti setelah lulus memang mau pilih kuliah dijurusan desain interior,” terang David Pradipta.

David yang sedang mempersiapkan diri mengikuti ujian nasional di SMA Kristen Petra 5 Surabaya, mengaku tidak khawatir dengan keinginan orang tua terkait dengan pendidikan di perguruan tinggi.

“Belum kasih tahu orang tua. Tapi yakin pasti dibolehin. Soalnya, orang tua sejak awal sudah kasi kebebasan buat pilih kuliah dimana dan jurusan apa. Pastinya risiko memang harus ditanggung sendiri,” tambah David.

Sementara itu, bagi Susilawati Putri siswi kelas 12 SMA Kartika Surabaya, memilih jurusan untuk perguruan tinggi memang sudah dipastikan bersama kedua orang tuanya sejak dirinya masih kelas 11.

“Orang tua saya ngasih pilihan-pilihan. Termasuk gambaran pekerjaan atau profesi di bidang tertentu terkait jurusan diperguruan tinggi nanti. Makanya sekarang ini ngga bingung pilih jurusan,” terang Susilawati.

Dengan bekal keterampilan berbahasa Inggris serta sedikit Mandarin, Susilawati berharap setelah menuntaskan UN di sekolahnya nanti, dia langsung berangkat ke Bali untuk kuliah di perhotelan.

“Harus berhasil. Orang tua saya memang ngasih kebebasan milih kuliah dimana. Itu kan sama artinya saya harus siap resiko kalau seandainya gagal masuk perhotelan. Saya harus siap dengan resiko pilihan saya sendiri,” tukas Susilawati.

Tidak jauh berbeda dengan itu, Olivia Indriana justru siap kuliah jurusan kedokteran karena memang sejak masih SMP sangat menyukai dan menyenangi profesi yang konon sangat dibutuhkan masyarakat tersebut.

“Orang tua setuju. Terserah saya yang pilih. Ada enaknya sekaligus ada ga enaknya. Orang tua tinggal membiayai saja kan, berarti saya harus selesaikan, lulus jadi Dokter. Kalau sampai gagal, risiko tanggung sendiri,” kata Olivia Indriana siswa SMAK Hendrikus Surabaya, saat ditemui suarasurabaya.net, Selasa (11/3/2014).(tok/ipg)

Foto: smastjose.blogspot

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Sabtu, 4 April 2020
27o
Kurs