Puluhan pasien di Rumah Sakit Siti Hajar Jalan Raya Raden Patah, Rabu (24/12/2014) panik, saat melihat api muncul di gedung lantai satu. Mereka semua dievakuasi dengan mengikuti tanda panah menuju ke lokasi titik aman.
Baik pasien maupun dokter yang berada di lantai tiga dan empat, harus dievakuasi menggunakan flying fox. Namun, kepanikan pasien dan percikan api di rumah sakit tersebut hanyalah simulasi penanganan, saat terjadi kebakaran di rumah sakit.
Silvi Kepala Keselamatan Kerja, Kewaspadaan Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana Rumah Sakit mengatakan, dalam simulasi tersebut melibatkan petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sidoarjo. Tujuannya adalah menyelamatkan pasien di dalam rumah sakit, ketika ada peristiwa kebakaran.
“Simulasi yang dilakukan, mulai dari evakuasi korban menggunakan jalur darat, menggunakan tali, hingga membawa pasien yang mengalami kritis dan dibawa ke mobil ambulance untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat,” kata Silvi, kepada wartawan, Rabu (24/12/2014).
Silvi menjelaskan, pelatihan bencana penanganan pasien di Rumah Sakit Siti Hajar itu sangat diperlukan. Agar dapat melatih kesiapan mental dan membiasakan pekerja rumah sakit memberikan pertolongan dalam keadaan terjepit.
“Hal itu sudah menjadi kewajiban yang harus dimiliki rumah sakit. Dalam setahun terakhir ini sudah dua kali melakukan simulasi penanganan kebakaran,” ujarmya.(riy/ono/rst)
NOW ON AIR SSFM 100
