Kamis, 9 April 2020

TKP Berubah, Polisi Kesulitan Temukan Data Baru

Laporan oleh Wakhid Muqodam
Bagikan

Tim identifikisi Polrestabes Surabaya, Rabu (8/1/2014) sekitar pukul 12.30 WIB melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Kebun Binatang Surabaya (KBS) terkait matinya seekor Singa jantan koleksi KBS Selasa (7/1/2014).

Sebanyak tujuh orang anggota reskrim dan tim identifikasi Polrestabes Surabaya melakukan pemeriksaan di kandang Singa jantan tersebut. Wartawan pun tidak diperbolehkan untuk mendekat dan hanya diperbolehkan berada di luar kandang hingga pemeriksaan selesai.

AKBP Farman Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, saat ditemui usai olah TKP mengatakan, pihaknya belum menemukan bukti-bukti baru terkait matinya Singa di KBS. Ini dikarenakan TKP yang sudah berubah.

“TKP sudah tidak murni lagi, sehingga kami belum bisa menganilisis penyebab kematian Singa KBS,” kata AKBP Farman kepada wartawan, Rabu (8/1/2014).

Dia juga menambahkan, dalam hal penanganan, juga ada perbedaan prosedur dan ketetapan (protap) mekanisme yang harus dilakukan. Ada peraturan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang mengatakan, jika ada hewan yang mati harus segera dilakukan tindakan dan segera di otopsi.

“Namun diatur juga di UU nomor 5 yang mengatakan, jika ada indikasi kejanggalan terhadap kematian hewan, harus dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk pemeriksaan dalam hal ini instansi Kepolisian,” kata Farman.

Pihaknya telah melakukan olah TKP termasuk memeriksa pintu kandang, batas sling dengan lantai dan tinggi Singa saat berdiri. “Apakah mungkin tergantung seperti gambar yang kita dapatkan atau tidak. Kami juga melakukan pemeriksaan ke bagian otopsi untuk memeriksa luka pada leher Singa, namun sayangnya kondisi singa sudah diawetkan,” ujarnya.

Saat ini pihak kepolisian masih memeriksa dua orang yang menangani otopsi singa tersebut untuk dimintai keterangan, yaitu dokter Rahmat Suharto, yang melakukan otopsi Singa, dan Dokter Liang Kape direktur operasional KBS.

“Untuk hasilnya, kita masih menunggu. Saat ini masih proses pemeriksaan terhadap dua orang tersebut,” pungkasnya. (wak/dwi)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan di Tol arah Ngawi KM 669

PJU roboh di Flyover Waru

Kecelakaan di bawah Layang Waru

Banjir di Blega, Bangkalan

Surabaya
Kamis, 9 April 2020
27o
Kurs