Rabu, 27 Mei 2020

Teng-tengan Ciluk yang Terlupakan, Direkonstruksi

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan

Mainan Teng-tengan Ciluk yang menyerupai lampion tetapi terbuat dari tanah liat, adalah bagian khas seni budaya Surabaya yang dimainkan pada saat memperingati Mauludan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW.

”Tetapi saat ini Teng-tengan Ciluk sudah tidak lagi dimainkan anak-anak di Surabaya. Sudah lama hilang, padahal itu bagian dari ciri khas dan kearifan lokal. Dan kali ini kami ingin merekonstruksinya kembali agar anak-anak tahu dan mengenal,” kata Heri Lentho operator Pawai Mauludan di Taman Bungkul Surabaya.

Bentuknya seukuran buah kelapa. Di beberapa bagian dibuat berlubang sedemikian rupa untuk tempat lilin atau minyak goreng yang diberi sumbu dan dinyalakan. Biasanya di kampung-kampung anak-anak memainkan Teng-tengan Ciluk sambil mengenakan topeng kertas.

Lebih dari 500 siswa sejumlah sekolah dan sanggar seni di Surabaya, Jumat (17/1/2014) hadir dan mengikuti pawai Topeng Kertas serta Teng-tengan Ciluk yang digagas sebagai upaya mengenalkan kembali seni tradisi.

Upaya merekonstruksi kembali Teng-tengan Ciluk dilakukan dengan harapan tidak lagi hilang dan menjadi bagian dari permainan anak-anak di tengah kemajuan dan perkembangan metropolis ini.(tok/ipg)

Teks Foto:
-Permainan tradisional Teng-tengan Ciluk direkonstruksi di Taman Bungkul Surabaya.
Foto: Totok suarasurabaya.net

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Emma Rachmawati

Potret NetterSelengkapnya

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Mobil Box Terguling di MERR

Surabaya
Rabu, 27 Mei 2020
30o
Kurs