Sabtu, 26 September 2020

Umat Berduka Kenang Sengsara Yesus

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan

Umat Katolik di Surabaya yang Jumat (18/4/2014) mengikuti visualisasi kisah sengsara Yesus di gereja Katolik Hati Kudus Yesus (HKY) menitikkan air mata. Berduka atas sengsara Yesus sebelum wafat.

“Manusia seringkali lupa, bahwa Yesus rela memikul salibnya sendiri menuju Golgota. Seharusnya manusia meneladani ini, untuk dapat melayani serta perduli dengan sesama manusia. Dan visualisasi ini cerminan kisah sengsara Yesus sebelum wafat,” ujar Rika Dianti warga Darmo Permai.

Sambil menyeka sudut matanya yang berair dengan sapu tangan, Rika menambahkan bahwa visualisasi kisah sengsara Yesus selalu membuatnya bersedih. “Yesus menjadi penyelamat dan penebus dosa manusia. Itu sangat luar biasa, dan itu justru membuat sedih,” tambah Rika saat ditemui suarasurabaya.net.

Sementara itu, bagi Frederikus Susanto, 57 tahun, kisah sengsara Yesus membuatnya menitikkan air mata lantaran kerelaan Yesus menjadi pelayan bagi orang lain, sekaligus menjalani sengsara menuju kematiannya di kayu salib.

“Kerelaan melayani, dan menebus dosa umat manusia adalah contoh yang dilakukan Yesus agar manusia mengikutinya. Ini yang membuat duka, sedih,” kata Frederik yang hadir ke gereja HKY bersama keluarga, Jumat (18/4/2014).

Ditegaskan Romo Eko Budi Susilo Pr, dewan penasehat Ikatan Kerukunan Umat Berugama (IKUB) Jawa Timur, bahwa kisah sengsara Yesus sebelum wafat dikayu salib adalah puncak kerelaan Yesus yang seharusnya diteladani setiap umat Katolik.(tok)

Teks foto:
-Duka dalam sengsara Yesus menjelang wafat dikayu salib.
Foto: Totok suarasurabaya.net

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Sabtu, 26 September 2020
34o
Kurs