Sabtu, 4 April 2020

Warga Pandansari Terima Bantuan Atap Seng Pasca Erupsi Kelud

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan

Sejumlah warga di Desa Pandansari, Kabupaten Malang, Jatim, menerima bantuan atap seng untuk perbaikan rumah mereka guna mempercepat perbaikan atap yang rusak parah akibat abu vulkanik Gunung Kelud (1731 mdpl).

Apriliyanto Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Kamis (27/2/2014) mengatakan, bantuan atap seng sengaja didatangkan hari ini untuk mempercepat recovery atau pemulihan perbaikan rumah warga di Pandansari, Kecamatan Ngantang pascaerupsi Gunung Kelud.

Sebab, selama ini perbaikan atap rumah dilakukan dengan memasang genteng satu persatu, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama, ditambah lagi kurangnya pasokan genteng ke Desa Pandansari.

“Hasil koordinasi dengan sejumlah pihak, bantuan yang perlu diberikan secepatnya adalah atap seng, sebab sebagian besar rumah warga kini masih beratap terpal,” ungkapnya seperti dilansir Antara.

Ia berharap, dengan digunakannya atap seng untuk perbaikan atap rumah warga, proses perbaikan bisa cepat selesai sebelum masa tanggap darurat pada tanggal 4 Maret 2014.

“Masa tanggap darurat itu bisa diperpanjang, namun kini kita harus tetap bekerja keras untuk normalisasi keadaan terlebih dahulu,” ucapnya.

Sebelumnya, Dandim 0818 Kabupaten Malang Letkol A Solichin mengatakan, anggota TNI yang dilibatkan membantu memperbaiki rumah warga di Desa Pandansari mencapai 1.500 anggota.

Setiap rumah, dibantu sebanyak 10 anggota TNI dalam memperbaiki segala jenis kerusakan, termasuk atap rumah.

Sementara itu, pihaknya mengeluhkan lambatnya distirbusi genteng ke Desa Pandansari, sehingga proses perbaikan rumah berjalan sangat lamban.

“Anggota kita di lapangan sudah siap semuanya, namun lambatnya distribusi genteng mengakibatkan proses perbaikan berjalan lamban,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah yang jebol karena tertimpa bebatuan, pasir dan abu vulkanik.

“Untuk kerusakan rumah paling parah berada di Dusun Konto, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang,” ungkapnya.

Sementara berdasarkan data Kodim 0818 Kabupaten Malang, total rumah yang rusak mencapai 2.598 rumah di 13 Desa Kecamatan Ngantang dan dua desa di Kecamatan Kasembon.

“Untuk kerugian akibat kerusakan rumah ditaksir mencapai Rp41,9 miliar, dan taksiran nilai kerugian bangunan sekolah mencapai Rp.1 miliar,” katanya. (ant/dwi/tok)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Sabtu, 4 April 2020
27o
Kurs