Sabtu, 4 April 2020

Wayang Kulit Wajib Menyesuaikan Zaman

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan

Sebagai sebuah tontonan yang tidak sekedar memberikan hiburan tetapi sekaligus sebagai sarana tuntunan kehidupan, Wayang Kulit wajib menyesuaikan dengan zaman agar tidka ditinggalkan masyarakat penontonnya.

“Di masa depan nanti, Wayang Kulit yang bukan sekedar tontonan tetapi juga tuntunan bagi kehidupan masyarakat, wajib mengikuti perkembangan zaman agar tidak ditinggalkan masyarakat penontonnya,” ujar Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur.

Misalnya, Wayang Kulit tidak perlu harus semalam suntuk, atau bila perlu Wayang Kulit disajikan singkat tetapi padat dalam menyampaikan pesan-pesannya seiring perkembangan zaman yang memang makin cepat.

“Kalau semalam suntuk, mulai jam 9 malam sampai pagi, mungkin terlalu panjang. Penontonnya sudah capek. Sekarang ini semuanya serba cepat, serba singkat, dan Wayang Kulit dapat menyesuaikan itu,” kata Gus Ipul sapaan Saifullah Yusuf.

Saat ini, tambah Gus Ipul, penonton Wayang Kulit adalah juga para generasi muda. Anak-anak muda juga mulai tertarik menyaksikan pertunjukan Wayang Kulit. Tentunya ini tantangan bagi para Dalang Wayang Kulit.

Dan pada kesempatan seperti gelaran Festival Dalang Jawa Timur 2014, bukan sekadar ajang silaturahmi para dalang dan penonton Wayang Kulit saja, tetapi sekaligus sarana adu kepiawaian dan keterampilan Dalang Wayang Kulit.

Hingga Sabtu (8/3/2014) malam, di pendopo Taman Budaya Jawa Timur Jl. Gentengkali Surabaya digelar penampilan Dalang Wayang Kulit dari Kabupaten Kota di Jawa Timur.(tok/ipg)

Teks foto:
-Gus Ipul membuka Festival Dalang Jawa Timur 2014.
Foto: Totok suarasurabaya.net

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Sabtu, 4 April 2020
27o
Kurs