Kamis, 11 Agustus 2022

APTI Apresiasi Senat Prancis Tolak Kemasan Polos Rokok

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
ilustrasi

Penolakan tersebut diumumkan oleh Komite Sosial dalam Senat Prancis yang dipimpin oleh Richard Yung pada 22 Juli 2015 yang lalu.

Terkait keputusan tersebut satu di antara alasannya adalah kekhawatiran bahwa kebijakan kemasan polos rokok akan melanggar undang-undang hak cipta serta akan meningkatkan peredaran rokok palsu di negara tersebut.

“Ini keputusan terbaik. Karena kebijakan tersebut tidak disertai bukti ilmiah yang menyatakan efektivitasnya dalam menurunkan angka perokok. Kami sangat mengapresiasi keputusan itu,” tegas Budidoyo Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional APTI.

Namun demikian, perjuangan petani tembakau belum berakhir melawan ancaman kebijakan kemasan polos. Kebijakan tersebut adalah bentuk diskriminasi pada produk tembakau yang merupakan komoditas strategis Indonesia.

“Kebijakan tersebut melemahkan daya saing produk tembakau Indonesia di negara-negara yang menerapkannya. Dan berakibat menurunnya permintaan tembakau dari petani untuk pasar dalam negeri dan ekspor,” tambah Budidoyo pada suarasurabaya.net, Senin (3/8/2015).

Petani tembakau Indonesia yang tergabung dalam APTI, Gerakan Masyarakat Tembakau Indonesia (GEMATI), dan Asosiasi Petani Tembakau Organik Karya Tani Manunggal (APTO KTM) melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Prancis di Jakarta menolakan wacana kebijakan kemasan polos yang direncanakan oleh Pemerintah Prancis.(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Kamis, 11 Agustus 2022
28o
Kurs