Jumat, 19 Agustus 2022
Hari Anti Narkotika Internasional

Cegah Mantan Pecandu Relapse, dengan Segitiga Emas

Laporan oleh Wakhid Muqodam
Bagikan

Selain menggelar aksi bagi bunga kepada para pengendara, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk saling menjaga dan mengawasi peredaran narkoba.

AKBP Suparti Kepala BNNK Surabaya saat perbincangan singkat di Radio Suara Surabaya mengatakan, untuk masyarakat yang memiliki keluarga menjadi pecandu justru jangan ditinggalkan, jangan diasingkan. Para pecandu narkoba ini meski sudah pulih, harus tetap diawasi. Karena jika tidak dia akan kembali ke komunitasnya, dan akan kembali menjadi pengguna.

“Tidak banyak masyarakat yang tahu, jika pecandu harus benar-benar diperhatikan. Jangan jusru dijauhi. Meski mereka telah pulih karena rehabilitasi, namun jika mereka kembali ke kelompoknya sangat besar kemungkinan untuk menjadi pengguna kembali,” kata AKBP Suparti, Jumat (26/6/2015).

Dia menambahkan, penekanannya adalah kepedulian dari masyarakat luas, dimulai dari orang tua, guru, untuk bersama-sama mengantisipasi bagaimana bisa menjaga keluarga agar tidak menjadi korban peredaran narkoba di Surabaya.

“Karena korban narkoba di Surabaya ini cukup memprihatinkan. Saat kita (BNN Surabaya) turun di lapangan, Kita pernah menemukan korban masih SD, SMP, kemudian mereka yang masih usia SMA namun droop out,” ujarnya.

Hasil temuan di Surabaya, kata Suparti, narkoba jenis sabu-sabu lah yang mendominasi. Para pengunanya rata-rata usia 20 tahun ke atas yaitu mereka yang sudah bekerja, mereka sudah berkeluarga, dan tidak sedikit mereka yang pengangguran.

“Selama dua bulan terakhir hampir 200 orang yang direhabilitasi BNNK Surabaya,” kata dia.

Sementara itu, dr. Singgih dokter di BNNK Surabaya menambahkan, para pecandu yang telah direhabilitasipun 40 – 60 persen akan relapse (kambuh). Oleh karena itu saat pemulihan sebenarnya harus menggunakan prinsip segitiga emas, artinya yang dipulihkan adalah sang pasien, peran keluarga, dan lingkungan sekitarnya.

“Kecenderungan pecandu yang telah direhabilitasi lalu kembali menggunakan itu karena pengaruh lingkungan, dia kembali ke kelompoknya dan akhirnya terpengaruh,” ujarnya. (wak/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Jumat, 19 Agustus 2022
29o
Kurs