Sabtu, 20 Agustus 2022

Hiu Paus Sering Muncul di Kenjeran Karena Mencari Makan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Hiu Paus di Jalan Nambangan Gang II, Kedung Cowek, Bulak, yang ditemukan tersangkut jaring nelayan dan menjadi mainan anak-anak setempat, Minggu (25/10/2015). Foto: Denza Perdana suarasurabaya.net

Hiu Paus yang sebenarnya tidak bisa disebut Hiu Tutul yang bernama latin Rhincodon typus memang memiliki siklus tahunan bermigrasi ke daerah-daerah perairan tertentu, termasuk di Kenjeran.

Muhammad Isbait Wattiheluw Staf Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Satuan Kerja Surabaya menjelaskan hal ini.

Siklus migrasi Hiu Paus ini ke perairan Kenjeran antara bulan Oktober hingga Januari. Isbait mengatakan, faktor utama migrasi ikan ini adalah untuk mencari makanan.

“Makanan utamanya adalah plankton dan ikan-ikan kecil, seperti udang rebon. Nah, di Kenjeran ini terdapat banyak udang rebon,” ujarnya kepada suarasurabaya.net, Minggu (25/10/2015).

Isbait memungkinkan, saat mencari makanan di Kenjeran itulah Hiu Paus terjerat jaring para nelayan.

Adapun jalur migrasi Hiu Paus pada siklus tertentu antara lain dari Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, hingga Kenjeran, Surabaya.

Isbait menegaskan bahwa Hiu Paus ini sangat dilindungi. Baik hidup ataupun mati, pemanfaatan anggota tubuh Hiu Paus sangat dilarang.

Larangan itu, sebut Isbait, seperti tertuang di dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus.

“Dilindungi sepenuhnya baik hidup atau mati. Sehingga pemanfaatannya, baik badannya, ekornya, tulangnya, atau segala sesuatu yang berhubungan dengan Hiu Paus, sangat dilarang,” ujarnya.

Standar penanganan evakuasi Hiu Paus yang telah mati, sesuai dengan ketentuan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI ada beberapa metode.

“Pertama dengan ditenggelamkan ke laut, dengan dibakar, dan dikuburkan. Nanti kita kondisikan,” ujarnya.

Kemungkinan, seperti penanganan sebelumnya ketika Hiu Paus terjaring nelayan di kawasan Jalan Cumpat, 12 Oktober 2015 lalu, Hiu Paus yang ditemukan terjaring dan diletakkan di Nambangan Gang II Minggu (25/10/2015) ini, dengan cara dikuburkan.

“Mungkin akan dikuburkan di Taman Bulak,” kata Isbait.

Perlu diketahui, Hiu Paus termasuk hewan yang dilindungi karena populasinya yang setiap tahunnya menurun. Terus menurunnya populasi Hiu Paus disebabkan proses reproduksi hewan tergolong ikan ini yang sangat lamban. (den/dwi)

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Sabtu, 20 Agustus 2022
25o
Kurs