Selasa, 16 Agustus 2022

KPID Dituntut Lebih Jeli Awasi Tayangan TV untuk Anak-anak

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Secara simbolis kaca pembesar diberikan kepada Diva Clareta Wakil Ketua KPID Jawa timur. Foto: Totok suarasurabaya.net

Bersama dengan sejumlah guru dan kepala sekolah, Jumat (20/11/2015) puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Katolik Santa Theresia 2 Surabaya, mendatangi kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, menuntut agar lebih jeli dan mewaspadai tayangan informasi utamanya pada tayangan televisi (tv) untuk anak-anak.

Saat ini, ditengarai ada banyak tayangan atau informasi diberbagai media, utamanya televisi yang sarat dengan materi siaran yang tidak berpihak kepada anak-anak. Justru anak-anak yang dijadikan materi siaran yang tidak sesuai dengan keberadaan anak-anak.

“Kami ingin mengajak anak-anak untuk mengetahui kinerja KPID Jawa timur dalam kaitannya dengan berbagai tayangan di media dan televisi. Sekaligus juga, memberikan motivasi agar anak-anak memilih tayangan yang sesuai dengan usianya, seperti yang dianjurkan KPID,” terang Aufridah Mintarsih kepala SD Katolik Santa Theresia 2 Surabaya.

Anak-anak langsung diajak kesatu diantara ruangan kantor KPID Jawa timur guna melihat dari dekat bagaimana staf KPID melakukan pengawasan dan pemantauan pada berbagai tayangan siaran televisi selama 24 jam.

Beberapa tayangan dicontohkan sebagai tayangan yang boleh ditonton, karena memberikan tambahan pengetahuan. Sedangkan beberapa jenis tayangan lainnya disampaikan staf KPID Jawa timur sebagai tontonan yang tidak perlu disaksikan oleh pelajar atau siswa sekolah dasar.

Kedatangan para pelajar SD ini selain memang ingin melihat aktivitas KPID Jawa timur secara langsung, juga sebagai bagian aktivitas menjelang peringatan Hari TV Internasional 21 November nanti.

“Tentunya ini sangat menggembirakan. Karena para pelajar ini mulai memilih tayangan-tayangan mana di televisi yang layak ditonton dan tidak. Kedepan nanti semoga anak-anak ini menjadi generasi yang punya kepedulian pada informasi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Serta mampu memfilter tayangan-tayangan yang tidak bermanfaat,” tukas Diva Clareta Wakil Ketua KPID Jawa Timur.

Pada kesempatan itu, anak-anak SD Katolik Santa Theresia 2 memberikan replika kaca pembesar sebagai simbol agar KPID Jawa timur, kedepan nanti lebih jeli dan ketat mengawasi berbagai tayangan untuk anak-anak.(tok/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Selasa, 16 Agustus 2022
27o
Kurs