Tewasnya Sulistyowati di dalam kamarnya, di rumah Jalan Randu Barat Gg 7/ 33 Kecamatan Kenjeran, diduga dibunuh suaminya sendiri. Pasalnya, sebelum ditemukan tewas, Sulistyowati sempat ada perselisihan dengan suaminya, Supriyadi.
Hafid Zainuddin, kerabat korban mengatakan, dari Senin (16/3/2015) siang hingga sore keduanya sudah terlibat cek cok. Keributan itu sering terjadi saat penyakit gangguan jiwa Supriyadi mulai kambuh. Saat terlibat cek cok Supriyadi selalu membawa pisau.
“Kalau penyakitnya itu kambuh, dia (Supriyadi—red) membawa pisau. Bisa juga istrinya itu dibunuh, kemudian melakukan bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri,” kata Hafid, kepada suarasurabaya.net di lokasi kejadian, Senin (16/3/2015).
Secara terpisah AKBP Arnapi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian sampai sekarang masih dilakukan penyelidikan. Sebab, polisi yang sudah melakukan olah TKP hanya menemukan sebuah pisau dan tidak ditemukannya barang yang hilang.
“Kita masih lakukan penyelidikan. Yang jelas, saat ditemukan keduanya sudah bersimbah darah dengan luka di leher. Untuk pisaunya ditemukan di atas dada tubuh korban perempuan,” kata AKBP Arnapi.
Ketika disinggung mengenai motifnya, perwira dua melati di pundak itu tidak berani menyimpulkan secara dini. Sebab, sampai sekarang belum meminta keterangan dari sejumlah saksi.
“Dugaan motifnya belum tahu, anggota sekarang masih bekerja. Selain itu, satunya masih berada di rumah sakit jadi tunggu saja,” ujar dia. (bry/dwi)
NOW ON AIR SSFM 100
