Minggu, 7 Maret 2021

Tutup Imlek, Digelar Sembahyang Cap Go Meh

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Umat bersembahyang saat Imlek 2566. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Umat Tri Dharma dan Khonghucu di Kota Surabaya dan sekitarnya bakal menggelar persembahyangan Cap Go Meh yang menjadi penutup seluruh rangkaian persembahyangan Imlek 2566, Kamis (5/3/2015).

“Sesuai perhitungan penanggalan Tionghoa, sekurangnya 15 hari setelah Imlek digelar persembahyangan Cap Go Meh. Persembahyangan ini diyakini sebagai penutup seluruh rangkaian persembahyangan sejak sebelum dimulainya Imlek. Setelah selesai merayakan Imlek maka dipuncaki dengan Cap Go Meh,” terang Yuliani pengurus Klenteng Hong San Ko Tee Jl. HOS Cokroaminoto, Surabaya pada suarasurabaya.net.

Sesuai dengan tradisi masyarakat Tionghoa, lanjut Yuliani, setiap persembahyangan Cap Go Meh ditandai dengan makan Lontong ditambah sayuran, yang biasanya disantap bersama-sama dilokasi tempat persembahyangan, seusai bersembahyang.

“Makan Lontong Cap Go Meh memang menjadi satu diantara perwujudan rasa syukur dalam persembahyangan Cap Go Meh. Juga sebagai bentuk kebersamaan antara sesama umat. Biasanya setelah sembahyang kemudian umat bersama-sama menikmati Lotong Sayur. Sajian ini memang khusus,” tukas Yuliani.

Menyoal sembahyang Cap Go Meh, umat Tri Dharma dan Khonghucu di Kota Surabaya dipastikan akan mendatangi tempat-tempat persembahyangan seperti di Klenteng Boen Bio Jl. Kapasan, Surabaya. Dipastikan pada Kamis (5/3/2015) besok umat juga akan berdatangan untuk bersembahyang.

“Imlek memang ditutup dengan sembahyang Cap Go Meh. Dan dari tradisi nenak moyang dulu, tiap kali sembahyang Cap Go Meh itu pasti ada dilengkapi dengan makan Lotong Cap Go Meh. Umat makan bersama, masyarakat juga boleh datang ikut makan Lontong Cap Go Meh,” kata Leo pengurus klenteng Boen Bio. (tok/dwi)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Cemengkalang Banjir

Kemacetan di Ngasinan

Kepadatan di Tol Sidoarjo

Sampah di dekat GOR Gapura Unesa

Surabaya
Minggu, 7 Maret 2021
31o
Kurs