Pemerintah Jawa Timur memastikan dua lokalisasi yaitu di Kedungbanteng, Ponorogo dan Balongcangkring, Mojokerto akan segera ditutup pada tahun 2015 ini. Bahkan untuk yang di Kedungbanteng penutupan akan dilakukan pada April 2015 mendatang.
“Yang Ponorogo sudah final tinggal langkah-langkah menuju penutupan yang rencananya pada April 2015,” kata Ratnadi Ismaon, Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat, Pemerintah Jawa Timur, Kamis (5/3/2015).
Menurut Bibing, panggilan Ratnadi Ismaon, jumlah WTS di lokalisasi yang ada di Ponorogo sekitar 176 orang. Sedangkan untuk yang di Mojokerto sebanyak 89 orang sehingga total dari dua lokalisasi ini adalah 265 orang.
Dari catatan, Biro Kesra, sebelum adanya program penutupan lokalisasi, total WTS di Jawa Timur pada tahun 2012 mencapai 7.127 WTS, mereka tersebar di 47 lokalisasi. “Saat ini seluruhnya sudah ditutup tinggal menyisakan yang di Ponorogo dan Mojokerto,” kata dia.
Untuk penutupan lokalisasi yang di Ponorogo, kata dia, masing-masing WTS nantinya akan mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial sebesar Rp5.050 juta untuk modal buka usaha.
Sementara untuk WTS yang di Mojokerto, akan diberikan bantuan dari pemerintah provinsi sebesar Rp3 juta. “Yang sudah dibantu pusat maka pemprov tidak akan anggarkan begitupula sebaliknya,” kata dia.
Bibing mengatakan, untuk lokalisasi lainnya yang masih nekat buka, dirinya sudah berkoordinasi dengan satpol PP kabupaten/kota serta kepolisian untuk segera menindak.
“Kami mendapatkan informasi di Ngujang dan Ngunut Tulungagung tetap buka diam-diam, begitu juga di Sememi, ini tugas polisi untuk segera menertibkan,” kata dia. (fik/rst)
NOW ON AIR SSFM 100
