Selasa, 24 November 2020

10 Tahun Lapindo Tak Lagi Semarak

Laporan oleh Bruriy Susanto
Bagikan
Banner peringatan 10 tahun Lapindo. Foto: Bruriy suarasurabaya.net

Peringatan 10 tahun Lumpur Lapindo, kali ini tidak terlalu semarak. Mereka hanya menggelar aksi teatrikal dengan mandi lumpur di dalam kolam penampungan Lumpur Lapindo titik 21 Desa Siring Barat, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (29/5/2016).

Aksi mandi lumpur merupakan simbol warga masih menderita. Semburan Lumpur Lapindo sejak 29 Mei 2006 silam membuat banyak warga kehilangan pekerjaannya.

Aksi teatrikal juga diisi dengan empat pria korban Lumpur Lapindo yang mengenakan pakaian badut perempuan. Ini menggambarkan jika lazimnya laki-laki yang bekerja menjadi tulang punggung keluarga. Kini justru sebaliknya, perempuan yang bekerja untuk membiayai kehidupan keluarga. Para perempuan tangguh ini bekerja sebagai tukang ojek di sekitar area tanggul kolam penampungan Lumpur Lapindo. (bry/iss)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Serikat Pekerja Demo di Surabaya

Surabaya
Selasa, 24 November 2020
29o
Kurs