Kamis, 13 Agustus 2020

Anak Badak Sumatera Tunggu Nama dari Jokowi

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan
Ratu (seekor induk badak Sumatera) menemani anaknya berjenis kelamin jantan yang baru berusia beberapa hari di penangkaran semi alami Suaka Rhino Sumatera, Senin (25/6/2012). FOTO : ANTARA

Seekor anak badak sumatera betina di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur yang beberapa waktu lalu dilahirkan hingga saat ini belum memiliki nama panggilan resmi walaupun mulai biasa disapa dengan “Adinda”.

“Anak badak betina yang telah dilahirkan itu belum diberi nama, dan saya belum terima surat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sampai saat ini. Saya juga heran kenapa kok lama diberi namanya,” kata Subakir, Kepala Balai Besar TNWK Lampung, di Lampung Timur, Sabtu.

Menurutnya, pihak TNWK sebelumnya telah mengusulkan tiga nama kepada Presiden Joko Widodo melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Anak badak sumatra betina ini merupakan anak kedua dari badak sumatera bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis) bernama Ratu yang dilahirkan pada Kamis (11/5), di pusat penangkaran badak TNWK di Lampung Timur.

Karena itu, menurut Subakir, pihaknya masih menunggu nama pemberian dari Presiden Jokowi dari nama yang diusulkan sebelumnya sebagai identitas anak badak betina itu.

Nama yang diusulkan itu yakni Adinda, Andara, dan Andarani.

“Kami tidak berani memberi nama sendiri, masih tetap menunggu konfirmasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” katanya pula.

Menurut Subakir yang mantan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung ini, adik dari badak Andatu itu sampai saat ini mulai dipanggil dengan Adinda.

“Sementara ini dipanggil Adinda, karena kalau dipanggil Adinda anak badak ini terlihar menurut, sehingga nama itulah yang kami gunakan sambil menunggu kepastian penetapan namanya nanti,” ujarnya lagi.

Kelahiran anak badak sumatera, salah satu spesies badak sangat langka dan terancam punah di dunia itu berlangsung di kawasan penangkaran badak semialami TNWK, menyusul keberhasilan kelahiran sebelumnya yang telah ratusan tahun ditunggu oleh dunia konservasi. (ant/fik)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Kamis, 13 Agustus 2020
33o
Kurs