Rabu, 12 Agustus 2020

Bayu dan Lidya Sudah Berencana Menikah Setelah Lebaran Tahun Depan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Foto Bayu bersama kekasihnya sesaat sebelum korban hilang terseret ombak di Pantai Sendiki, Malang. Foto: Arif Pusdalops BPBD Kota Malang via redaksi

Ada kisah tragis di balik peristiwa tenggelamnya Bayu Kristanto (26) warga Sidotopo Wetan Mulia Gang IV di Pantai Sendiki Malang.

Almarhum Bayu dan Lidya Dwi Utari, tunangannya, sudah berencana menikah dan telah menentukan waktunya, yakni Juli 2017 mendatang.

Karena ini juga, saat pemakaman tadi, Lidya membawa kembar mayang yakni simbol yang melambangkan terbentuknya keluarga baru melalui pernikahan di adat Jawa.

Kembar mayang berupa dua rangkaian janur dan batang pohon pisang itu diletakkan di atas pusara Almarhum Bayu di Tempat Pemakaman Umum Rangkah.

Lidya, tunangan Bayu, yang bekerja di perusahaan Mobil Auto Spa di Jalan Ngagel, mengaku tidak berfirasat apa-apa.

Hanya saja, pada saat sebelum kejadian tenggelamnya Bayu, laki-laki anak terakhir dari tiga bersaudara itu sempat meminta foto bersama Lidya.

“Dia maksa foto bareng. Padahal saya bilang nanti aja. Tapi dia tetep maksa,” katanya kepada suarasurabaya.net, di rumah duka Jalan Sidotopo Wetan Mulia Gang IV nomor 54, Selasa (13/12/2016).

Bayu sempat meminta Lidya untuk menuliskan namanya di pasir. Sementara Lidya menuliskan nama itu, Bayu memotretnya dari dataran yang lebih tinggi.

Tiba-tiba ombak besar bergulung ke pantai. Bayu yang melihat Lidya dan dua temannya yang lain hendak terseret ombak, berupaya menolongnya.

“Saya belum selesai nulis namanya, baru huruf “B”, ombak datang. Dia (Bayu,red) datang ke saya, tapi dia yang malah keseret ombak. Sempat pegang tangan saya, tapi ombaknya besar, bergulung-gulung, akhirnya pegangannya lepas,” katanya.

Sebelumnya, Lidya sempat mengenang, perilaku Bayu tidak seperti biasanya. Seminggu sebelum peristiwa ini, Bayu lebih sering ke rumah Lidya.

Duka keluarga Bayu tak terperi. Hari, kakak ipar bayu mengakui, baru 100 hari lalu kakak kandung Bayu meninggal.

Kedua orangtua Bayu sudah lebih dulu meninggalkan anak-anaknya. Sedangkan Rika, kakak kandung Bayu meninggal karena sakit 100 hari lalu.

Jenazah Bayu ditemukan Selasa pukul 01.45 WIB, terdampar di pantai yang berlokasi 200 meter dari tempat almarhum tenggelam.

Hari, kakak iparnya yang menemukan Bayu sudah dalam keadaan meninggal. Selasa siang pukul 11.00 WIB, jenazah Almarhum Bayu dimakamkan di makam rangkah.(den/iss)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Rabu, 12 Agustus 2020
26o
Kurs