Selasa, 26 Januari 2021

Jokowi Ceritakan Kondisi Negara Terkini kepada Diaspora di Sydney

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Joko Widodo Presiden manfaatkan teknologi Video Conferenceuntuk menyapa langsung diaspora Indonesia di Australia. Foto: Biro Pers Setpres

Meskipun menunda kunjungan ke Australia, Joko Widodo Presiden manfaatkan teknologi Video Conferenceuntuk menyapa langsung diaspora Indonesia di Australia. Dalam perbicangan itu, salah satu yang dibicarakan Jokowi mengenai situasi dan kondisi negara pasca aksi damai, Jumat (4/11/2016).

“Semuanya karena situasi di negara kita yang tidak memungkinkan saya meninggalkan Tanah Air. Meskipun saat ini semuanya sudah dalam kondisi yang baik, normal kembali 100 persen,” kata Presiden di Gedung Pertemuan Sydney Showground, Sydney Olympic Park Australia, Minggu (6/11/2016).

Di awal sambutannya itu, Jokowi juga meminta maaf karena tidak bisa bertatap muka.

Selain itu, Jokowi juga mengatakan, sudah menghubungi Malcolm Turnbull PM Australia melalui telepon perihal penundaan kunjungan ke Australia. Penundaan ini, kata Jokowi, sangat dipahami oleh Turnbull tentang situasi yang terjadi di Indonesia.

Dalam perbicangan melalui video ini, Jokowi juga menyampaikan kondisi negara pasca aksi damai pada Jumat (4/11/2016) lalu.

“Stabilitas politik juga tidak ada masalah, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tetapi masih memerlukan konsolidasi-konsolidasi politik, konsolidasi-konsolidasi kenegaraan,” ujar Presiden.

Karena hal ini, selama Sabtu (5/11/2016), Presiden terus mengundang tokoh-tokoh politik dan agama guna bertukar pikiran.

Joko Widodo juga mengingatkan meski konstitusi negara memberikan peluang untuk menyampaikan aspirasi, memberikan peluang untuk berdemokrasi, tetapi penyampaian itu harus dilakukukan dengan cara-cara yang tertib dan damai.

“Ke depan penyampaian-penyampaian aspirasi itu bisa dilakukan dengan baik, tertib, dan damai,” ujar Presiden.

Dalam penyampaian aspirasi, kata Jokowi, apabila sudah masuk pada pelanggaran hukum dan menimbulkan kerusuhan, maka hukum harus tetap ditegakkan.

“Saya pastikan aparat keamanan, kepolisian, akan melakukan penegakan hukum dengan tegas. Kita ingin Indonesia kita, terus kita jaga agar aman, damai, sehingga pembangunan terus bisa kita laksanakan,” ujar Presiden.

Dalam akhir pembicaraan dengan diaspora Indonesia, Jokowi mengatakan bahwa kondisi negara saat ini masih aman. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujar Jokowi. (jos/tit/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Tiang ‘Doyong’ ke Jalan

Yok, Dorong Yok

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

Surabaya
Selasa, 26 Januari 2021
24o
Kurs