
Pemerintah Jawa Timur usulkan pembangunan bandar udara di Pacitan. Pembangunan bandara diyakini bisa meningkatkan wilayah itu dari ketertinggalan.
“Ke depan Pacitan harus dikembangkan jadi city link sehingga memerlukan pendirian bandara,” kata Soekarwo, Gubernur Jawa Timur usai melantik Bupati/Wakil Bupati Terpilih Pacitan di Grahadi, Senin (4/3/2016).
Selama ini, kata Soekarwo, jalur transportasi darat di Pacitan terkenda kontur perbukitan yang menutup kawasan itu.
Jalan darat utama dari Ponorogo ke Pacitan juga rawan longsor. Begitu juga jalur dari Trenggalek ke Pacitan.
“Saat ini, usulan bandara masih terkendala karena Pacitan masuk zona latihan pesawat tempur dari Lapangan Udara (Lanud) Iswahyudi Madiun,” kata Soekarwo.
Soekarwo juga telah mengusulkan pada pemerintah pusat untuk memindahkan Lanud Iswahyudi ke daerah luar Jawa.
Lapangan udara tempur, kata dia, idealnya memang berada di daerah pinggiran. “Kalau di Madiun itu kan tidak ideal, kalau perangnya di ligitan misalnya kan kejauhan. Mungkin idealnya dipindah ke Morotai (Maluku),” kata dia.
Sementara itu, Indartato Bupati Terpilih Pacitan mengatakan, usulan pembangunan bandara di Pacitan sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2004 silam.
Indartato yang saat itu masih menjabat sebagai kepala Bapeda Pacitan ini mengatakan, usulan pendirian bandara di Pacitan terkendala keputusan Kepala Staf Angkatan Udara yang menyatakan wilayah udara Pacitan masuk zona latihan pesawat tempur.
“Sejak saat itu, kami sebenarnya telah menyusun rencana dengan menggandeng ITS, Ibu Susi Pudjiastuti sebagai pemilik Susi Air juga telah kami dihubungi dan siap untuk menyediakan pesawat guna melayani penerbangan perintis di Pacitan,” kata dia. (fik/rst)