Rabu, 25 November 2020

Renovasi Pasar Besar Malang Menunggu Kontrak Swasta Beres

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan

Moch Anton Wali Kota Malang menyatakan renovasi dan perbaikan Pasar Besar Malang (PBM) pascakebakaran Mei lalu tidak perlu dibongkar total karena berbagai pertimbangan, termasuk keberadaan ribuan pedagang yang mengais rezeki di pasar tersebut.

“Hasil inspeksi mendadak dan aspirasi pedagang yang disampaikan pada kami awal Juli lalu, banyak pedagang kurang setuju jika bangunan pasar dibongkar total karena mereka khawatir diwajibkan untuk membayar lagi ketika pasar dibangun total,” katanya di Malang, Jawa Timur, Sabtu (13/8/16), seperti dilansir Antara.

Selain itu, pedagang juga keberatan jika pengelolaan pasar dikelola swasta atau BUMD. Keinginan pedagang, pasar dibangun, tetapi pedagang tidak dipungut biaya alias gratis. “Pemkot Malang juga terkendala perjanjian kerja sama dengan Matahari Mall yang berakhir pada 2034,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Anton, sangat memungkinkan jika pasar besar dibongkar total dan dibangun ulang dengan menggunakan anggaran dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Kementerian mau saja membiayai pembangunannya secara keseluruhan, namun saat ini masih ada masalah hukum terkait perjanjian kerja sama (PKS) dengan Matahari Mall.

Oleh karena itu, Pemkot Malang tidak ingin serta merta melakukan renovasi. “Bukan berarti kami tidak mau segera melakukan renovasi, ini kami lakukan sebagai bentuk kehati-hatian karena PBM tak hanya berkaitan dengan pedagang, namun juga pihak swasta, sehingga pemkot harus hati-hati dalam mengambil keputusan terkait hal itu,” ujarnya.

Kendati demikian, bukan berarti tidak ada solusi. Pemkot Malang berencana bertemu dengan pimpinan Matahari Mall pekan depan, Selasa (16/8/16). Pertemuan itu akan membahas tindak lanjut penanganan PBM pascakebakaran serta pembahasan hasil kajian dari tim Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Setelah kebakaran Mei lalu, PBM masih belum mendapat pembenahan dan penanganan maksimal, kecuali pembersihan bedak-bedak yang terbakar.

“Dalam pertemuan dengan pihak Matahari Mall dan tim kajian dari UB, kami ingin tahu bagaimana hasilnya, apakah akan dibongkar total dan dibangun ulang atau hanya memperbaiki sejumlah titik tertentu yang memang harus diganti,” katanya.

Beberapa tahun sebelumnya, kebakaran juga pernah terbakar hingga meluluhkantakkan bangunan pasar. Yang terbesar terjadi pada 2002, sehingga dibangun ulang menggandeng pihak swasta, yakni Matahari Mall dengan kompensasi menempati area lantai tiga dan empat bangunan selama 30 tahun dan baru berakhir pada 2034. (ant/rid/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Rabu, 25 November 2020
28o
Kurs