Selasa, 7 Desember 2021

Bulog Siapkan Lebih dari 700 Ton Beras untuk Penerima Bantuan di Surabaya

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Seorang ibu warga Surabaya Penerima Manfaat Bantuan Pangan Non Tunai Kemensos menjinjing bahan pangan beras dan gula yang dia dapat di Gelora Bung Tomo, Minggu (11/2/2017). Foto: Denza Perdana suarasurabaya.net

Imam Subowo Direktur Pengembangan Bisnis Badan Urusan Logistik (Bulog) mengatakan, keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kemensos di Surabaya tidak perlu khawatir kehabisan beras hingga Maret 2017 mendatang.

Bulog, kata Imam, telah menyediakan 725 ton beras sebagai persediaan satu bulan ke depan bagi 72.590 ribu KPM BPNT di Surabaya. “Sampai Maret nanti, KPM sudah tidak perlu berebut atau khawatir kehabisan beras,” katanya di Gelora Bung Tomo, Minggu (11/2/2017).

Untuk pencairan bahan pokok BPNT bagi 2.000 KPM BPNT Surabaya hari ini, Imam mengatakan telah menyediakan beras dan gula yang sudah dalam bentuk kemasan.

Kemasan lima kilogram untuk beras, dan kemasan satu kilogram untuk gula. Ini, kata Imam, untuk memudahkan pencairan kebutuhan pokok bagi warga KPM yang hadir di Gelora Bung Tomo.

Sedangkan untuk KPM yang hari ini belum mendapatkan pencairan bahan pokok pangan non tunai dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), bisa mulai membeli bahan pokok pada 23 Februari mendatang.

“Kami juga menyiapkan distribution center untuk memudahkan penerima manfaat, serta agen untuk bisa mengakses kebutuhan pangan,” ujar Imam.

Saat ini, Bulog telah menyediakan 36 titik distribution center di seluruh Indonesia. Masing-masing fasilitas ini akan menyuplai ke sejumlah 500 ribu titik e-warung di Indonesia.

Di Jawa Timur, distrubution center ini akan menyuplai bahan pokok ke 2.493 titik e-warung yang ada. Khusus di Surabaya, telah terdapat 404 e-warung yang akan melayani PKM BPNT.

Warga penerima manfaat BPNT juga bisa mengakses bantuan pangan non tunai ini melalui rumah pangan kita (RPK) dan agen bank Himbara yang telah tersedia.

Imam juga mengatakan, untuk satu titik e-warung yang tersedia, termasuk di Surabaya, dapat melayani sebanyak 180 KPM per hari. Karena itu dia yakin tidak akan terjadi penumpukan atau antrean panjang untuk mencairkan bantuan.

Soal kualitas beras, Imam Subowo mengatakan, Bulog menjamin kualitas beras untuk PKM lebih bagus daripada beras raskin maupun rastra yang pernah dibagikan.

“Mereka bisa memilih beras yang medium atau yang premium. Kualitasnya sampai yang premium plus juga ada,” katanya.(den/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
25o
Kurs